Serius Mau Jadi Pramugari? Ini Tahapan Seleksi Hingga Lolos, Nilai TOEIC 600! Masih Berminat?
Linggarsari Suharso, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia mengatakan saat membuka lowongan pramugari, ia sudah tidak heran jika mendaftar ribuan
Linggarsari Suharso, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia mengatakan saat membuka lowongan pramugari, ia sudah tidak heran jika yang mendaftar ribuan orang.
"Dari ribuan yang daftar itu padahal kita butuh cuman 40an, 70an, banyak peminatnya," tuturnya.
Baca: Dituduh Lakukan Ini, Reino Barack Ketahuan Marahi Syahrini, Eks Luna Maya Ungkap Fakta Mengejutkan!
Baca: Tak Terduga, Reino Barack Berani Lakukan Hal Ini Kepada Syahrini di Depan Pengajian, Ibu-ibu Kaget
Baca: Jadi Pendonor Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo Wajib Hindari Makanan Ini hingga Kondisi Bu Ani
Baca: Sandiaga Uno Sebut TPS Adalah Tusuk Prabowo Sandiaga, Terharu Lautan Manusia Hadiri Kampanye Akbar

Baca: Sosok Menteri Booking Rp 60 Juta, Tapi Vanessa Angel Cuma Terima Rp 35 Juta, Sisanya ke Mana?
Baca: Lagu Mungkin Nanti Dinyanyikan Ariel NOAH Dalam Versi Jepang, Bikin Fans Makin Kesengsem
Baca: Final Piala Presiden 2019 - Persebaya vs Arema FC 9 April 2019, Harga Tiket & Link Pembeliannya
Setelah berkas tersebut lolos, menurut Sari yang paling banyak mengugurkan peserta ialah tahap kedua, Body Mass Index (BMI) atau postur tubuh ideal.
"Kan tinggi minimum 160, kalau dihitung BMI-nya sekitar 48-50-an kilo. Ya, di BMI itu banyak yang gugur, bisa 40 persenan. Tinggi kurang 1,5 centimeter aja kita tak bisa ditolerir," terang Yonas, Senior Manager Flight Attendant Garuda Indonesia (GA), dalam waktu dan tempat yang sama.

"Bahasa Inggris itu harus aktif berkomunikasi, presentasi, greetings dan lain-lain. Gugup atau tidak, kebanyakan bengong atau engga pas ditanya. Hasilnya kita umumkan lewat email resmi Garuda, ga ada japri (jalur pribadi) atau apa," tutur Yonas.
Setelah calon kru kabin menerima email panggilan, Anda bisa bernafas lega, karena tinggal verifikasi data-data yang dinamakan background check.
Pihak HRD akan melihat data-data keluarga, mengecek ulang form-form dan diisi di awal, apakah valid atau rekayasa.
"Setelah dinyatakan lulus, kita masuk ke medical check up. Di sini sangat tidak bisa dimanipulasi, karena diawasi juga oleh otoritas nasional, tidak hanya dari kita," kaya Yonas.

Baca: Jadwal Ujian s/d Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2019, Catat dan Jangan Lupa!
Baca: Rocky Gerung Kaget Banyak Wanita Kagum Padanya, Padahal Usia Sudah 59 Tahun Berstatus Single
Baca: Cek Daftar & Link Penjualan Tiket Kereta Api Tambahan Mudik Lebaran 2019, Perhatikan Cara Membeli
"Setelah seleksi awal, masuk tahap ground training di sini, selama empat bulan menginap. Ada pelatihan-pelatihan pelayanan, keselamatan, dan segala macam. Baru flight training," terang Yonas.
Dalam latihan terbang itu, kru kabin pemula harus melalui 10 sektor, contohnya Jakarta-Denpasar yang masuk dalam satu sektor.
Kemudian kru kabin juga harus melakukan penerbangan dua sektor tambahan dari Departemen Perhubungan untuk mendapatkan surat izin.
"Setelah itu baru resmi, total (seleksi) 5-6 bulan," ujar Yonas.

"TOEIC 600 itu harus, karena regulasi manual book kita semua Inggris," tuturnya.
Selain itu banyak juga yang tidak serius mempersiapkan kesehatan, sehingga gagal menyanggupi standar BMI dari maskapai.

"Untuk fisik biasanya kita minta diet dulu dari makanan-makanan yang memicu berat badan, nutrisinya dijaga," ucap Yonas.
Ia mengatakan tidak ada daerah yang dominan menghasilkan banyak kru kabin di Indonesia, tidak mengacu pada daerah tertentu. Namun, cenderung merata dan menyesuaikan pada kriteria kompetensi.