Pilpres 2019

Rocky Gerung Singgung Soal Golput Saat Pilpres Bentuk Protes, Siapa Yang Mampu Berbuat Curang ?

Pengamat Politik Rocky Gerung menyampaikan tentang Golongan Putih (golput) pada Pemilu 2019 mendatang, baik Pilpres 2019 maupun Pileg 2019 yang digela

Penulis: andika arnoldy | Editor: andika arnoldy
Tribunnews.com/ Reza Deni
Pengamat politik Rocky Gerung di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM- Pengamat Politik Rocky Gerung menyampaikan tentang Golongan Putih (golput) pada Pemilu 2019 mendatang, baik Pilpres 2019 maupun Pileg 2019 yang digelar serentak. 

Rocky Gerung bahkan membuat utasan tersendri di twitternya. 

Dengan ciri khasnya, Rocky Gerung menyampaikan alasan kenapa pada Pilpres 2019 banyak orang yang golput. 

Baca: TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Ancaman Amien Rais Soal People Power atau Gerakan Rakyat Jika Curang

Baca: Mahfud MD Ingatkan Bawaslu Akan Klarifikasi Mantan Kapolsek Mengaku Diperintah Dukung capres 01

Baca: Bagi-Bagi Kursi Menteri Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN Tujuh Kursi dan PKS Enam Kursi.

Rocky Gerung mencuit "Golput adalah protes terhadap kecurangan.Terhadap pemerintah.

Bukan terhadap oposisi, yang menghendaki kejujuran" 

Lalu Rocky Gerung di twit kedua seperti menyinggung institus bahkan guru besar yang berpotensi berbuat curang, Rocky Gerung,

menyebutkan "Siapa yang mampu berbuat curang? Tentu yang punya peralatan lengkap untuk itu: aparat, birokrasi, BUMN, intelijen, sosis (sofis istana) dan... gubis (guru besar istana)."

Pengamat Politik Rocky Gerung menggunakan jaket Partai Demokrat di saluran YouTube Indonesia Lawyers Club dalam 'Rehat Sejenak', Jumat (29/3/2019).
Pengamat Politik Rocky Gerung menggunakan jaket Partai Demokrat di saluran YouTube Indonesia Lawyers Club dalam 'Rehat Sejenak', Jumat (29/3/2019). (capture YouTube Indonesia Lawyers Club)

Pada cuitan lainnya Rocky Gerung menyebutkan "Golput adalah sikap moral terhadap ketidakadilan. Maka logis bila anda golput terhadap petahana, dan bukan terhadap oposisi."

Baca: TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Ancaman Amien Rais Soal People Power atau Gerakan Rakyat Jika Curang

Baca: Mahfud MD Ingatkan Bawaslu Akan Klarifikasi Mantan Kapolsek Mengaku Diperintah Dukung capres 01

Baca: Bagi-Bagi Kursi Menteri Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN Tujuh Kursi dan PKS Enam Kursi.

Terakhir Rocky Gerung mengajak agar masyarakat menggunakan akal sehatnya pada Pilpres 2019 kali ini. Rocky Gerung menyebutkan "Jadi, gunakan hak pilih anda demi menghalau kecurangan. Itulah Politik Akal Sehat." 

Tanggapi sikap mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz 

Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi soal sikap mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz yang menarik pernyataannya terkait arahan Kapolres Garut dalam Pilpres 2019.

Rocky Gerung menduga ada dua kemungkinan yang menyebabkan Sulman mencabut pernyataannya.

"Dia ditekan atau memang dia berbohong, tetapi apa pun yang terjadi literasinya sudah beredar bahwa aparat tidak netral," ujar Rocky Gerung di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan kondisi Sulman saat membuat pengakuan tentang adanya ketidaknetralan di kepolisian Garut.

"Dia bilang bahwa dia dalam keadaan tidak sadar supaya yang dia ucapkan itu tidak perlu diperhatikan. Bagaimana mungkin pejabat hukum dalam keadaan tidak sadar sehingga harus meralat sendiri?" ujarnya.

Akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke polisi atas tudingan hina Pahlawan Nasional Haji Agus Salim
Akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke polisi atas tudingan hina Pahlawan Nasional Haji Agus Salim (Kolase/TribunJambi.com)

Seperti diketahui, dikutip dari Tribun Jabar, mantan Kapolsek Pasirwangi Kabupaten Garut AKP Sulman Aziz mencabut keterangan tentang adanya arahan dari Kapolres Garut kepada para kapolsek untuk memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved