Ketika Kopassus di Suhu Ekstrim Malah Bikin Pasukan Khusus Korea Selatan Tercengang dan Kagum
Pasukan elit TNI Kopassus di dalam setiap kehadirannya ternyata mengundang decak kagum pasukan negara-negara lain.
Ketika Kopassus di Suhu Ekstrim Malah Bikin Pasukan Khusus Korea Selatan Tercengang dan Kagum
TRIBUNJAMBI.COM - Pasukan elit TNI Kopassus di dalam setiap kehadirannya ternyata mengundang decak kagum pasukan negara-negara lain.
Tak hanya reputasi dan pengalaman bertempur di atas pasukan lainnya, Kopassus juga sudah teruji di dalam menangani teror.
Aksi penyanderaaan pesawat Garuda Woyla satu diantaranya.
Dalam tiga menit Kopassus mampu membebaskan sandera dan menghabisi para teroris yang melakukan penyanderaan.
Tak hanya itu dalam setiap latihan, Pasukan Kopassus juga menonjol diantara pasukan dari negara lain.

Baca: Hasil Lengkap Malaysia Open 2019 Hari Pertama, 6 Wakil Indonesia ke Babak Kedua, Jojo Menang Mudah
Baca: Zani Menangis Ketika Dengar Jaksa Menuntut 7 Tahun Penjara, Ingat Istri dan Dua Anaknya
Satu diantara kisahnya yakni saat Kopassus berlatih dengan pasukan Komando Korea Selatan yakni Pasukan Batalyon 707.
Kisah ini dimuat dalam buku Kopassus untuk Indonesia yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara dan diterbitkan R&W.
Kopassus mampu mengimbangi kemampuan pasukan Komando Korea Selatan yang berlatih di dalam sungai es yang membeku.
Meski tinggal di daerah tropis yang notabene bersuhu panas, namun para prajurit Kopassus sepertinya langsung bisa menyesuaikan diri dengan suhu udara dingin yang sangat menusuk.

Kedua pasukan dari Kopassus dan Korsel tersebut berlatih bersama di Training Site 47-Kwangju.
Area untuk latihan antiteror pemebasan sandera maupun pertempuran jarak dekat, yang dilengkapi pesawat Boeing 747, kereta api, bus, gedung perkantoran dan bank.
Meski ahli dalam perang hutan pasukan Kopassus juga harus mampu bertempur di daerah bersalju dan wilayah ekstrem lainnya.
Cuaca dingin yang dirasakan di daerah tersebut tak lagi jadi halangan para prajurit Kopassus.
Bahkan ketika ada latihan fisik berupa lomba lari menuju bukit dengan pasukan Korea, prajurit Kopassus bisa mencapai puncak lebih dulu.
Baca: Jawaban Panjang Syahrini Saat Ditanya Hikmah Pernikahan, Ujung-ujungnya Bilang Enak
Baca: Analisis Pakar Bandingkan Hasil Survei LSI dan Indo Barometer, Tim Sukses Capres Harus Lakukan Ini