Pilpres 2019
Reaksi Cawapres Sandiaga Uno Saat Capres Prabowo Subianto Sebutkan 9 Kriteria Calon Wakil Presiden
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo-Subianto membeberkan 9 kriteria calon wakil presidennya.
TRIBUNJAMBI.COM- Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo-Subianto membeberkan 9 kriteria calon wakil presidennya.
Kriteria ini penting disampaikan, agar dapat bergandengan dalam Pilpres 2019.
Namun Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan reaksi terhadap penyampaian Prabowo saat itu.
Seolah Sandiaga Uno tidak menyangka atas penyampaian dari Prabowo Subianto.
Baca: Ramai-Ramai Menteri Ambil Cuti, Ikut Kampanye Calon Presiden Nomor Urut 01 Jokowi-Maruf Amin
Baca: Mahfud MD Bongkar Peran Mantan Ketum PPP Romahurmuziy Bisa Ikut Berwenang Jual-Beli Jabatan
Baca: Kampanye Capres Nomor Urut 01 Jokowi, Di Yogyakarta, Jokowi Bersepeda Onthel Bersama Istri, Iriana
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno memberikan respons saat Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengungkapkan 9 kriteria untuk dijadikannya pendamping dalam memimpin negara.
Hal itu tampak saat Prabowo-Sandi berada dalam acara deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta Pusat, seperti yang diunggah channel YouTube Gerindra TV, Kamis (21/3/2019).
Mulanya, Prabowo mengatakan dirinya memiliki kesempatan mencalonkan sebagai presiden lantaran banyak yang ingin berkoalisi dengannya.

Untuk itu dirinya lantas mencari seseorang pendamping cawapresyang menurutnya sesuai dengan kriteria yang Prabowo inginkan.
"Sampai kita dapat koalisi mantap, saya harus mencari seorang wakil," ujar Prabowo.
"Saya dari awal ingin calon wakil saya, harus anak muda," sambungnya.
Kriteria pertama itu langsung disambut tepuk tangan oleh para pendukungnya.
Terlihat juga Sandi yang berada di sampingnya berdiri dengan tenang mendengarkan pernyataan Prabowo.
Capres tersebut kemudian memaparkan sejumlah kriteria lainnya.
"Dan dia harus fit, harus kuat, harus sehat, harus lebih pintar dari saya," papar Prabowo.
"Dia harus lebih leader dari saya."