Raih Tiket Surga Dengan Salat Tahajud Pada Sepertiga Malam, Keistimewaan Tahajud Bagi Muslim

Raih Tiket Surga Dengan Salat Tahajud Pada Sepertiga Malam, Simak Keistimewaan Tahajud yang Wajib Diketahui Muslim

Raih Tiket Surga Dengan Salat Tahajud Pada Sepertiga Malam, Keistimewaan Tahajud Bagi Muslim
net
ilustrasi berdoa 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah melaksanakan salat wajib, bagi muslim disunnahkan melaksanakan sejumlah salat sunah.

Dengan melaksanakan salat sunah akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Satu diantara salat sunah yang dianjurkan adalahsalat tahajud  mulai sepertiga malam.

Dilansir Kabarmakkah salat tahajud adalah sunah utama Rasulullah, sebuah ikhtiar untuk meraih syafaat Rasulullah.

 Penikmat Tahajud akan dicintai, dikagumi, didoakan, dan diaamiinkan doanya oleh para malaikat.

“Sesungguhnya bangun tengah malam lebih tepat untuk khusyuk dan bacaan kala itu sungguh sangat berkesan mendalam.” (QS al-Muzammil: 6)

Baca: BOCAH Ini Alami Hal Tragis, Setelah Selamatkan Ibunya dari Rudapaksa: Dumbell Mengenai Kepalanya

Baca: Adik Roy Kiyoshi Diculik Mahluk Halus, Berhasilkah Diselamatkan,Roy Kiyoshi: The Untold Story

Baca: PERJUANGAN Ibu Selamatkan Putrinya yang Diculik dan Dirudapaksa: Hingga Lahirkan Anak Kembar

Baca: OTT Direktur Krakatau Steel Terjadi di BSD City

Baca: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jambi, Banten dan Bali, Sabtu 23 Maret 2019 

Allah tuntun mencapai “maqaaman mahumuudan”, kedudukan mulia di sisi-Nya, juga di hadapan makhluk-Nya.

Tahajud adalah shalat yang paling nikmat dan mengesankan. Hidup damai, tenang, dan sangat bahagia. Ada aura “haibah” penuh wibawa dan berkharisma.

Disegani manusia dan ditakuti musuh, manusia, dan jin. Orang yang rutin Tahajud akan memiliki “qaulan tsaqiilan”, bicaranya didengar dan nasihatnya membangkitkan semangat ibadah dan amal saleh. Doanya sangat mustajab. Kunci sukses ikhtiar, berdagang, dan semua aktivitas.

Allah juga akan memuliakan para penikmat Tahajud dengan “wujuuhun nuur”, wajah yang bercahaya, nyaman, dan menyenangkan jika dipandang. “Thiiban nafsi”, nafsunya hanya semangat dalam ketaatan dan berakhlak mulia. Ia juga adalah “manhaatun anil itsmi”, Allah cabut keinginannya pada maksiat.

Halaman
1234
Penulis: heri prihartono
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved