SEORANG Ayah Tega Jual Putrinya Berumur 1 Tahun Seharga Rp 126 Juta: Demi Melunasi Utang Judinya

TRIBUNJAMBI.COM- Judi merupakan sesuatu yang harus dihindari, karena hal itu bisa saja mejerumuskan pada

Editor: ridwan
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM- Judi merupakan sesuatu yang harus dihindari, karena hal itu bisa saja mejerumuskan pada hal-hal negatif.

Misalnya seperti kasus berikut ini, di mana seorang ayah di China menjual anak perempuannya sendiri yang baru berusia satu tahun untuk melunasi utang judi.

Akibatnya, kini ia ditahan pihak kepolisian atas kasus perdagangan manusia.

Dilansir oleh Daily Mail, pria yang diidentifikasi bernama Jiang tersebut menjual anaknya karena memiliki utang dari judi online 60 ribu yuan (Rp 126 juta).

Baca: Pernah Diminta Siapkan 9 Kursi Darurat saat Tengah Malam,untuk Pasien TNI Korban Baku Tembak di Aceh

Jiang yang tak memiliki pekerjaan, membawa putrinya dari rumah dan berkata pada istrinya bahwa ia akan membawa anak mereka ke neneknya.

November lalu, Jiang berkata pada istrinya bahwa ia akan tinggal bersama ibunya di kota Zunyi, sekitar 140 km dari rumah mereka di Guiyang, Guizhou.

Sang ibu, Wang, merasa curiga karena ia belum mendengar kabar apapun tentang putrinya selama tiga bulan, Guiyang Evening News mengabarkan.

Baca: PEMUDA Mabuk Telan Ikan Berduri Hidup-hidup: Mengerikan, Ini yang Terjadi di dalam Tubuhnya

Tiap kali Wang bertanya pada suaminya tentang keadaan putrinya, sang suami akan membuat alasan untuk menunda kepulangan sang anak.

Hingga pada bulan Februari, Wang memeriksa handphone suaminya dan melihat screenshot percakapan antara suaminya dan pembeli anaknya.

Saat itu sang ibu baru tahu apa yang terjadi. Di hari yang sama, Wang menemui ibu mertuanya. Ibu mertuanya berkata bahwa cucunya telah dibawa pergi beberapa minggu lalu.

Baca: Pengusah Jambi Paut Sakarin Bantah Diperiksa KPK, Sempat Menolak Diambil Foto oleh Wartawan

Wang yang ketakutan langsung melaporkan peristiwa tersebut pada kepolisian distrik Qianling. sementara sang suami tak diketahui keberadaannya.

Setelah diinvestigasi, polisi menemukan Jiang di sebuah hotel di Guiyang pada akhir Februari.
Ia mengaku memiliki utang banyak karena berjudi.

Ia lalu membuat keputusan menjual anaknya setelah melihat postingan tentang adopsi anak secara online.

Jiang berbohong pada pembelinya dengan berkata ia tidak mampu membesarkan anaknya karena ia telah bercerai dari istrinya sementara kedua orangtuanya telah tiada.

Baca: DPRD Sarolangun Perkuat Perda tentang CSR, Targetkan Mei 2019 Disahkan

Jiang kemudian membawa anaknya pergi pada 5 November dan terbang ke Zhoushan, lebih dari 1850 km dari rumah mereka.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved