Mbappe Bayar Rp 2,9 Miliar ke PSG karena Masalah Indisipliner, Peluang Buat Real Madrid?

Penyerang muda Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe dikabarkan didenda sebesar 180.000 euro (sekitar Rp 2,9 Miliar)

Mbappe Bayar Rp 2,9 Miliar ke PSG karena Masalah Indisipliner, Peluang Buat Real Madrid?
Luka Modric dianugerahi sebagai pemain terbaik dan Kylian Mbappe menjadi pemain muda terbaik pada Piala Dunia 2018 seusai laga final di Stadion Luzhniki, 15 Juli 2018. 

Mbappe Bayar Rp 2,9 Miliar ke PSG karena Masalah Indisipliner, Peluang Buat Real Madrid?

TRIBUNJAMBI.COM - Penyerang muda Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe dikabarkan didenda sebesar 180.000 euro (sekitar Rp 2,9 Miliar) akibat masalah indisipliner.

Kylian Mbappe dilaporkan terlambat saat menghadiri latihan Paris Saint-Germain pada Oktober 2018. Selain Mbappe, satu pemain yang juga dihukum adalah Adrien Rabiot.

Insiden ini terjadi saat 28 Oktober 2018, saat PSG bersiap untuk menghadapi Marseille di lanjutan Ligue 1, seperti yang dilansir BolaSport.com dari L'Equipe.

Uang sebesar Rp 2,9 Miliar itu kemudian disumbangkan ke PSG Foundation.

Baca: Kepala BNPB Pusat Hadiri Rakor Penanggulangan Bencana Provinsi Jambi, Karhutla jadi Topik Utama

Baca: VIDEO: Prediksi PSIS Semarang vs PSM Makassar Penyisihan Grup C Piala Presiden 2019 Live Indosiar

Baca: Wakapolda Jambi Sambut Kedatangan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Munardo, di Bandara

Kabar indisipliner Mbappe tentu menyita perhatian klub-klub yang dikaitkan dengannya, salah satunya Real Madrid.

Menurut media Spanyol yang berbasis di Madrid, AS, Mbappe telah menandatangani dokumen yang mengakui tindakan indisiplinernya itu, juga termasuk ketertarikan tim-tim besar (termasuk Real Madrid) yang memantau situasi.

Sebelumnya, pelatih baru Real Madrid, Zinedine Zidane memang menginginkan Kylian Mbappe daripada Neymar.

Zidane merasa bahwa pembelian Neymar dari PSG akan memakan dana yang terlalu besar.

Bagi Zidane, dana tersebut akan lebih baik jika digunakan Real Madrid untuk berinvestasi pada pemain lain.

Mbappe menjadi pilihan masuk akal karena masih berusia 20 tahun—tujuh tahun lebih muda dari Neymar—dan sudah menunjukkan potensi yang meyakinkan.

Isu indisipliner para pemain PSG sudah mengemuka dalam beberapa bulan terakhir. Oleh karena itu, manajemen klub terpaksa membuat semacam kode etik yang akan memungkinkan klub menghukum pemain jika gagal memenuhi kewajiban tertentu.

Baca: Hari Ini Teroris Brenton Taggart Diseret ke Pengadilan, Nabi: Ini di Luar Akal Sehat

Baca: Rian Sibarani Pembunuh Bayaran, Diupah Napi Narkoba di Bintan Habisi Nyawa Jaksa Dicky Saputra

Baca: Ramalan Zodiak Minggu 17 Maret 2019 - Scorpio Waspada Sakit, Virgo Masalah Keluarga Diperhatikan

Tidak seperti negara lain, klub-klub di Prancis tidak diijinkan untuk mendenda pemain mereka. Hal ini yang menyebabkan PSG membuat kode etik untuk pemain, sementara uang denda akan disumbangkan ke PSG Foundation.

Para pemain PSG dilaporkan memiliki 15 hingga 20 poin soal perilaku, sponsor, lawan, hingga situasi yang harus dipatuhi dalam klausul kontrak mereka.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved