Padahal Mau Lepas Landas, SBY Mendadak Batalkan Penerbangan ke Belanda, Ini Kisahnya!

Padahal, saat itu menurut Osdar pesawat yang akan ditumpangi SBY itu sudah siap lepas landas meninggalkan Bandar Udara Internasional Halim Perdana

Editor: Tommy Kurniawan
Instagram/Ani Yudhoyono
SBY bersama istri 

TRIBUNJAMBI.COM - Selama dua priode Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke - 7. 

Bersama Jusuf Kala, ia berhasil memenangkan Pilpres dua kali berturut turut. 

SBY-Jusuf Kalla berhasil mengalahkan empat pasangan calon (paslon) lainnya.

Baca: Rekan Aisyahrani Ingin Menjambaknya, Nikita Mirzani Emosi: Gue Bongkar Aib Lu! Kakak Lu Kejang!

Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia.
Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Baca: VIRAL! Wajah Pedagang Sayur Ini Mirip Syahrini Badannya Aduhai Seperti Saudara Kembar

Di antaranya Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Hamzah Has-Agum Gumelar, Wiranto-Sholahudin Wahid, dan Amien Rais- Siswono Yudo Husodo.

Lalu, pada periode kedua SBY berpasangan dengan Wapres Boediono.

Kala itu, SBY-Boediono berhasil mengalahkan paslon Jusuf Kalla-Wiranto, dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto.

Selama dua periode memimpin Indonesia, SBY menjalin hubungan bilateral dengan sejumlah negara.

Baca: Awas! Ini Dia Dampak Jika Tekanan Udara Ban Mobil Berlebih Atau Kurang, Bisa Boros BBM

Baca: Hanya Hari Ini Saja! Promo KFC, Lima Ayam Potong Rp 49.545, Rugi Jika Dilewatkan!

SBY bicara soal adanya kelompok yang selalu menakut-nakutinya
SBY bicara soal adanya kelompok yang selalu menakut-nakutinya (TRIBUNNNEWS.COM)

Baca: Baru Seminggu Cerai Dengan Angel Lelga, Vicky Prasetyo Pacaran Anggia Chan, Belum Direstui Ternyata!

Tidak hanya itu, SBY juga mengunjungi beberapa negara.

Ada sebuah kisah tentang kunjungan SBY ke negara lain.

Kisah itu seperti yang ditulis oleh J Osdar, dalam bukunya yang berjudul "Sisi Lain Istana 2, Andaikan Obama Ikut Pilpres Indonesia" tahun 2014 lalu.

Dalam buku itu, Osdar mengisahkan tentang rencana SBY saat akan berkunjung ke Belanda.

Baca: Mau Jadi Anggota Polisi? Hanya Sampai 22 Maret Batas Pendaftaran Anggota Polri, Ini Syarat Lengkap

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kadernya mengawasi jalannya pemerintahan saat membuka acara penataran pimpinan dan kader utama Partai Demokrat di Hotel Novotel Bogor, Senin (28/3/2016).
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kadernya mengawasi jalannya pemerintahan saat membuka acara penataran pimpinan dan kader utama Partai Demokrat di Hotel Novotel Bogor, Senin (28/3/2016). (TRIBUN BOGOR)

Baca: BURUAN! Emas 75 Gram dan Laptop Seharga Rp 15 Ribu di Bukalapak, Untuk Shoppe Ada Serba Rp 10 Ribu

Saat itu, tanggal 5 Oktober 2010, SBY sebenarnya berencana akan pergi ke Belanda.

Namun, secara tiba-tiba saja kunjungan itu dibatalkan.

Padahal, saat itu menurut Osdar pesawat yang akan ditumpangi SBY itu sudah siap lepas landas meninggalkan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Ketika itu sebagian anggota rombongan, termasuk para wartawan dan pejabat pemerintah, telah menunggu di dalam pesawat," tulis Osdar.

Baca: Promo Spesial Diler Hino di Tembesi, Hadir di Depan RM Singgalang, 13-15 Maret 2019

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat akan memberikan konferensi pers terkait tudingan percakapan telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Dalam keterangannya, SBY membenarkan bahwa benar adanya percakapan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin namun tidak ada kaitannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kabar penyadapan pembicaraan telepon dirinya dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat akan memberikan konferensi pers terkait tudingan percakapan telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Dalam keterangannya, SBY membenarkan bahwa benar adanya percakapan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin namun tidak ada kaitannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kabar penyadapan pembicaraan telepon dirinya dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca: Mudah Sekali, Butuh 10 Menit Saja, Begini Panduan Lengkap Isi SPT Tahunan Online, Awas Jangan Telat!

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved