Bersama Pemprov, Pemkab Tanjab Timur akan Data Ulang Hutan Mangrove

Pemerintah Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) berencana akan melakukan pendataan ulang, terkait wilayah hutan mangrove yang ada bersama pemprov

Bersama Pemprov, Pemkab Tanjab Timur akan Data Ulang Hutan Mangrove
IST
Hutan mangrove yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) berencana akan melakukan pendataan ulang, terkait wilayah- wilayah hutan mangrove yang ada bersama pihak pemerintah provinsi (Pemprov).

Hal tersebut dikarenakan, saat ini kabupaten tidak lagi memiliki wewenang untuk menagani kawasan mangrove dan dialihkan ke provinsi. Saat ini kelautan sudah masuk ke provinsi, namun saat ini ada melalui rencana zonasi wilayah pulau-pulau terkecil di situlah pendataan ulang akan dilakukan.

Baca: Setengah Hutan Mangrove di Jambi Alami Kerusakan, Tahun Ini Rencananya 3 Titik akan Direhabilitasi

Baca: Komitmen soal Perpustakaan, Gubernur Jambi Fachrori Umar, Terima Penghargaan Perpustakaan Nasional

Baca: Facebook, Instagram dan WhatsApp Down Bikin Heboh Twitter, Mungkinkah Ini Sebabnya?

"Saat sesuai permintaan bupati, untuk kawasan mangrove sendiri diserahkan ke pihak desa untuk pengelolaan dan penanaman mangrovenya. Terutama desa- desa pesisir yang di pinggiran laut," kata Ricard, Kabid Perikanan, Tanjab Timur.

Pemerintah kata Ricard, hanya melakukan pendataan terkait kerusakan. Apabila ditemukan kerusakan kata dia, pihaknya hanya sebatas melakukan reboisasi terhadap tanaman yang rusak dan mati. Namun hal itu terakhir dilakukan sekitar tahun 2015 an.

Baca: BURUAN! Emas 75 Gram dan Laptop Seharga Rp 15 Ribu di Bukalapak, Untuk Shoppe Ada Serba Rp 10 Ribu

Baca: Tamu dan Simpatisan Prabowo-Sandi Mulai Padati Lokasi, Agenda Prabowo Subianto di Jambi

Baca: Daftar Rekor Babak 16 Besar Liga Champions, Manchester City Masuk Rekor Usai Menang 7-0 dari Schalke

Menurutnya, dimana faktor utama kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove tersebut, penyebab utamanya karena kenakalan tangan manusia itu sendiri. Mulai dari perambahan hingga alih fungsi.

"Karena untuk Mangrove sendiri tidak terbatas hanya pada tanaman bakau saja, melainkan semua jenis tanaman yang berada di pinggiran sungai seperti Nipah, pohon berada, dan kayu-kayuan yang berada di tepian sungai," jelasnya.

Namun saat ini pemerintah daerah bersama pihak provinsi akan melakukan pendataan ulang, terkait jumlah wilayah-wilayah mangrove tersebut. (*)

Bupati Tanjab Barat melakukan penanaman mangrove.
Bupati Tanjab Barat melakukan penanaman mangrove. (IST)
Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved