Setengah Hutan Mangrove di Jambi Alami Kerusakan, Tahun Ini Rencananya 3 Titik akan Direhabilitasi

Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tahun 2019 ini diwacanakan rehabilitasi kawasan hutan mangrove di tiga titik.

Setengah Hutan Mangrove di Jambi Alami Kerusakan, Tahun Ini Rencananya 3 Titik akan Direhabilitasi
IST
Hutan mangrove yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tahun 2019 ini diwacanakan rehabilitasi kawasan hutan mangrove di tiga titik. Dimana tiga kawasan tersebut merupakan kawasan rehabilitasi.

Terkait upaya rehabilitasi kawasan hutan magrove yang dilakukan tahun 2019 untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ada tiga titik lokasi. Diantaranya rehabilitasi magrove yang berada di Muara Sabak Timur, Sadu, dan Nipah Panjang (dengan penanaman mangrove baru).

Baca: Tanjabbar Segera Kembangkan Ekowisata Hutan Mangrove, Guyur Dana Rp 11,5 Miliar

Baca: Komitmen soal Perpustakaan, Gubernur Jambi Fachrori Umar, Terima Penghargaan Perpustakaan Nasional

Baca: Facebook, Instagram dan WhatsApp Down Bikin Heboh Twitter, Mungkinkah Ini Sebabnya?

"Pasalnya ketiga titik tersebut dipilih karena merupakan daerah konservasi” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ibnu Hayat.

Dikataknnya pula dampak alih fungsi hutan adalah terjadinya abrasi, karena tidak adanya pemecah ombak apabila terjadi bencana alam seperti Tsunami, dengan Danya mangrove dapat memecah ombak tersebut sehingga dampak tsunami tersebut akan berkurang.

Baca: Syarif Fasha Tanda Tangan MoU Penyediaan Penambahan Jaringan Gas Masyarakat, Usaha Berbuah Manis

Baca: TERUNGKAP! Selain Rian, Vannesa Angel Punya Tiga Bos Besar Lagi Latar Belakang Pengusaha

Baca: BURUAN! Emas 75 Gram dan Laptop Seharga Rp 15 Ribu di Bukalapak, Untuk Shoppe Ada Serba Rp 10 Ribu

"Akan tetapi jika hutan mangrove berkurang atau bahkan hilang maka dampak dari bencana alam tersebut akan fatal” sebutnya.

Saat ini kendala yang dihadapi pada saat proses rehabilitasi kawasan hutan magrove yang sudah mengalami kerusakan, masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir sebagai habitat mangrove (seperti membuang sampah sembarangan).

"Selain itu permasalahan lainnya untuk hutan mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sudah di ambil alih oleh provinsi,” sebutnya.

Baca: Polisi Beri Pengamanan Berlapis di Agenda Prabowo Subianto di Jambi, Tamu Lewati Metal Detector

Baca: Tamu dan Simpatisan Prabowo-Sandi Mulai Padati Lokasi, Agenda Prabowo Subianto di Jambi

Untuk diketahui Hutan Mangrove memiliki daya serap CO2 yang luar biasa. Dilansir National Geographic, hutan mangrove sanggup menyimpan karbon lima kali lebih banyak ketimbang hutan tropis di dataran tinggi. Tetapi menurut BKSDA Jambi, di Provinsi Jambi, total luas kawasan hutan bakau yang mencapai 4.126 hektare itu, sekitar setengahnya sudah mengalami kerusakan. (*)

Ramai-ramai menanam di hutan mangrove. Pemkab Tanjab Barat sedang menggarap ekowisata atau ekoturisme hutan mangrove.
Ramai-ramai menanam di hutan mangrove. Pemkab Tanjab Barat sedang menggarap ekowisata atau ekoturisme hutan mangrove. (IST)
Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved