VIDEO Gedung DPRD DKI Jakarta Digeruduk Massa, Novel Bamukmin Sebut Pendukung Miras Penghianat

Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi menduduki Kantor DPRD DKI Jakarta terkait penjualan saham bir PT Delta Djakarta

Editor: bandot
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin keluar dari ruang persidangan seusai bersaksi dalam sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1). Sidang lanjutan tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM - Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi menduduki Kantor DPRD DKI Jakarta terkait penjualan saham bir PT Delta Djakarta.

Massa pendukung penjualan saham bir PT Delta Djakarta mendesak anggota DPRD DKI Jakarta membatalkan penyertaan modal untuk anggaran Rp 1,7 Triliun dari pabrik bir PT Delta Djakarta.

Mereka mendukung Gubernur Anies Baswedan atas kebijakannya yaitu membatalkan anggaran Rp 1,7 Triliun dari pabrik bir PT Delta Djakarta.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan jika anggota DPRD DKI yang tidak mendukung penjualan saham bir PT Delta Djakarta memilik agenda besar.

Mereka yang mendukung merasa tak puas, sehingga mendukung miras di Jakarta.

Dirinya menyinggung jika anggota DPRD yang mendukung saham bir merupakan penghianat yang masih menduduki kursi DPRD.

Baca: Kasus Prostitusi Online Vanessa Angel yang Disewa Rian Rp80 Juta, Berkas Dilimpahkan ke Kejati

Baca: Korban Mengetahui Rumahnya Kemalingan dari Handphone yang Terhubung CCTV yang Ada di Rumahnya

 

Terlebih fraksi yang mendukung saham bir meliputi PDI, Nasdem, dan PPP.

"Hari ini kembali lagi kita turun untuk bela aksi aksi bela islam, jangan pernah kita lupakan ini di DPRD masih ada penghianat pendukung penista agama. Mereka masih belum puas, yang mendukung miras setan saudara, mereka punya agenda besar, bukan hanya mempertahankan saham di PT Delta," kata Novel di saat orasinya, Jumat (8/3/2019).

Tak hanya itu para pendukung saham bir, menurut Novel bertentangan dengan Pancasila, sehingga perlu segera di lepaskan saham bir milik PT Delta tersebut.

Terlebih beberapa bulan lagi tengah masuk bulan ramadhan, sehingga kehadiran miras dapat merusak moral bangsa.

"Kalo sudah mabok lupa akan tuhannya. Pancasila adalah nilai ajaran islam semuanya tuntutan ayat allah kita harus menjaga pancasila bukan yang menjual pancasila yang buntutnya merusak bangsa," ujarnya.

Novel, mengaku sangat mendukung Gubernur Anies Baswedan atas kebijakannya yaitu membatalkan anggaran 1,7 Triliun dari pabrik bir PT Delta Djakarta.

"Ini kebijakan yang berpihak bagi warga Jakarta. Dimana menghasilkan 50 miliar per tahun tidak ada manfaatnya. Kalo itu saham dijual bisa buat bangun rumah sakit, perbanyak busway, dan bangun sekolah," ujarnya.

Dukung Keputusan Anies 
Massa melakukan aksi di DPRD DKI Jakarta terkait polemik penolakan rencana penjualan saham Bir PT Delta Djakarta Tbk milik Pemprov oleh oknum DPRD DKI Jakarta 

Terlebih surat permohonan penjualan saham minuman beralkohol dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak direspon oleh beberapa anggota dewan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved