Kasus Korupsi Dana PAUD, Heriyah Divonis 3 Tahun Penjara

Heriyah terdakwa kasus dugaan korupsi dana insentif guru PAUD percontohan PKBM dan CBC 2014 sampai 2016 divonis 3 tahun penjara.

Kasus Korupsi Dana PAUD, Heriyah Divonis 3 Tahun Penjara
Tribunjambi/Jaka HB
Terdakwa Kasus Korupsi Dana PAUD, Heriyah 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Umum terdakwa Heriyah tak ajukan banding. "Hal ini dikarenakan putusan dan tuntutan sudah lebih dari 2/3," kata Lexin Fatharani selaku kasi penkum Kejati Jambi, Jumat (8/3). 

Heriyah terdakwa kasus dugaan korupsi dana insentif guru PAUD percontohan PKBM dan CBC 2014 sampai 2016 divonis 3 tahun penjara.

Dedi Muchti Nugroho selaku ketua majelis hakim menambahkan ada denda Rp 50 juta dan subsider 3 bulan pidana. 

"Bila tidak dibayar satu bulan putusan tetap maka akan diganti 4 bulan penjara," katanya, pada Senin (4/3).

Baca: Dicoret KPU dari DCT, Syaihu Cs Ajukan Gugatan ke Bawaslu Sarolangun

Baca: REVIEW GADGET - Spesifikasi Xiaomi Redmi 7 Bocor ke Publik! Bakal Hadir di Indonesia, Ini Harganya

Baca: Korupsi Alkes Bungo, Solihin Terima Divonis Satu Tahun Dua Bulan

Baca: Sampah Dibuang di Tepi Danau, Wabup Bungo Minta Camat dan Kades Awasi

Saat hakim memberikan kesempatan untuk pikir-pikir atau menerima, Heriah berdiskusi dan mengajukan waktu pikir-pikir.

Majelis hakim yang dipimpin Dedy Muchti Nugroho mengatakan Heriyah telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi, yakni melanggar pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 junto/ pasal 55 KUHP.

"Selain itu membebankan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.68 miliar. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar satu bulan setelah putusan tetap, maka harta bedanya dapat disita dan dilelang oleh jaksa. Namun jika tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan," kata Majelis.

Dalam kasus ini sebelumnya Heriyah dituntut oleh JPU dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Menurut jaksa, kerugian negara muncul setelah Heriyah diduga memotong gaji honorer guru, dan memalsukan tanda tangan guru. Hal tersebut dilakukan selama bertahun tahun lamanya. Bahkan uang yang dicairkan digunakan terdakwa untuk keperluan sehari- hari.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved