Tanjung Jabung Timur Masih Kekurangan 27 Ribu Tabung Gas, Disperindag Ajukan Kuota Tambahan ke Pusat

Dari total 134 pangkalan tabung gas 3 kg yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, masih dinilai kurang.

Tanjung Jabung Timur Masih Kekurangan 27 Ribu Tabung Gas, Disperindag Ajukan Kuota Tambahan ke Pusat
tribunjambi/zulkifli
Warga di Tanjab Timur mengantre gas 3 Kg 

Laporan Wartawan Tribun Jambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dari total 134 pangkalan tabung gas 3 kg yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, masih dinilai kurang.

Dinas Perindag Kabupaten Tanjung Jabung Timur, melalui Kabid Perdagangan Awaludin mengatakan, di Kabupaten Tanjab Timur terdapat 134 pangkalan yang tersebar di 11 Kecamatan dari total empat agen. Dan, dari data yang diajukan ke pusat, saat ini masih terdapat kekurangan lebih kurang, 27 ribu tabung perbulan untuk Kabupaten Tanjab Timur.

Baca: Awas, Agen LPG Jangan Jual Gas 3 Kg ke ASN, Ketahuan Bisa Disanksi Pencabutan Izin Pangkalan

Baca: Terkendala Payung Hukum dan Trayek, Dishub Tanjab Timur Belum Bisa Operasikan Kendaraan Umum

Baca: Syahrini Unfollow Hotman Paris di Instagram, Padahal Beberapa Hari Lalu Kirim Pesan WA, Karena Ini?

"Diakuinya kekurangan tersebut karena alokasi kurang, juga masih banyak penyaluran gas tidak tepat sasaran," jelasnya

Lanjutnya, dari jumlah tersebut idealnya dalam sebulan Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendapatkan pasokan gas 3 kg sebesar 172 ribu. Saat ini hanya ada 145.000 tabung perbulan.

"Minimal ada tambahan 5 persen lagi baru dapat dikatakan cukup," tutur Awaludin.

Menurutnya, upaya penambahan kuota tabung tersebut sudah kita ajukan ke pusat. Penambahan itu pasti ada namun tidak dipastikan berapa karena dilihat dari kebutuhan.

Tabung gas elpiji 3 Kg
Tabung gas elpiji 3 Kg (tribunjambi/abdullah usman)

Dengan kekurangan tersebut tentunya pengawasan exstra sangat diperlukan. Pada Januari tahun ini seluruh Camat dan lurah juga berperan dalam melakukan pengawasan, sehingga dalam pengawasan tidak lagi dinas Perindak saja.

"Camat lurah juga tau kapan waktunya gas datang di pangkalan, dan berapa jumlahnya dan untuk didistribusikan kemana saja. Semoga dengan hal tersebut penyelewengan gas dapat dihindri," jelasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved