Misteri Supersemar - Surat Sakti yang Antarkan Soeharto Jadi Presiden RI 'Pemaksaan atau Penugasan?'
Surat perintah bertanggal sebelas maret yang mengantarkan Soeharto ke puncak kekuasaan di Republik Indonesia itu menyimpan segudang misteri.
Misteri Supersemar - Surat Sakti yang Mengantarkan Soeharto Jadi Presiden RI 'Pemaksaan atau Penugasan'
TRIBUNJAMBI.COM - Supersemar masih menuai kontroversi.
Surat perintah bertanggal sebelas maret yang mengantarkan Soeharto ke puncak kekuasaan di Republik Indonesia itu menyimpan segudang misteri.
Dari sisi sejarah Supersemar adalah surat yang mengawali peralihan kepemimpinan nasional dari pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru.
Baca: SUPERSEMAR: Ajudan Ungkap Kepedihan Soekarno yang Dikibuli Soeharto, Detik-detik Diusir Dari Istana
Baca: Geng Pedofil Ini Merudapaksa 15 Anak di Bawah Umur: Setidaknya 2 Anak Gadis Hamil
Baca: Sejak Kemarin Genangan Air di Jalan Panglima Camat Tak Surut, Warga Memohon Pemkab Atasi
Ia juga merupakan surat sakti yang menentukan kelahiran dan keabsahan pemerintahan Soeharto, sekaligus "penyingkiran" Soekarno.
Namun, pengungkapan misteri seputar Supersemar bisa dibilang menemui jalan buntu karena surat aslinya tidak diketahui keberadaannya.
Ia hilang secara misterius.

Bersama dengan raibnya surat maha penting itu, berbagai spekulasi pun muncul.
Orang bertanya tentang siapa yang menyimpan surat itu, siapa sebenarnya yang membuatnya, seperti apa isinya, hingga apa tujuan dibuat dan bagaimana perintah itu kemudian dilaksanakan.
Dalam artikel berjudul “Arsip Supersemar 1966” yang diterbitkan Kompas 10 Maret 2015, ditulis: Surat Perintah Sebelas Maret alias Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966.
Baca: VIDEO REVIEW OTOMOTIF: Harga Wuling Almaz Lebih Murah dari Fortuner, Pajero Sport dan CR-V Turbo
Baca: Review Gadget - Spesifikasi & Harga Honor 8A dan Honor 10 Lite, Dijual Rp 1.699.000, Keunggulannya?
Isinya berupa instruksi Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto, selaku Menteri Panglima Angkatan Darat, untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengawal jalannya pemerintahan pada saat itu.
Namun hingga saat ini setidaknya ada tiga versi naskah Supersemar yang beredar di masyarakat.
Pertanyaannya: Mengapa ada tiga? Mana yang asli? Apakah ada bagian yang ditutupi?
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) saat ini menyimpan tiga Supersemar.
Namun, ketiganya memiliki versi masing-masing.