VIDEO: Cap Go Meh, Atraksi Tatung Palong Bikin Deg-degan Warga Jambi

Sejumlah lampion tampak indah terlihat di beberapa kelenteng. Alunan musik khas terdengar dari beberapa radius meter saat perayaan cap go meh.

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Suasana perayaan Cap Go Meh terpantau di beberapa tempat pusat Kota Jambi, Selasa (19/2). Di Kelenteng Leng Chun Keng yang di wilayah Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jambi Selatan misalnya, sejak pukul 17.00 WIB, sejumlah pengunjung mulai berdatangan.

Sejumlah lampion tampak indah terlihat di beberapa kelenteng. Alunan musik khas terdengar dari beberapa radius meter. Sejumlah lapisan masyarakat tak mau ketinggalan menyaksikan puncak acara yang diisi dengan berbagai kegiatan.

Ketua Harian Pengurus Kelenteng Leng Chun Keng, Akyong mengatakan, untuk acara Cap Go Meh tahun ini tidak ada perbedaan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, beberapa kegiatan tidak dilakukan di tahun ini seperti pesta kembang api maupun hiburan karaoke.

Baca: Hari Sampah Nasional, Wabub Roby dan Kapolres Tanjabtim Punguti Sampah di Pasar

Baca: Viral Rekaman Siswa Tantang Guru di Jogja, Ini 5 Faktanya, Kepsek Sebut Itu Becandaan

Baca: Klaim Jokowi Soal DD, Yuk Cek Faktanya hingga Fahri Hamzah Jelaskan Peran Prabowo, Gerindra & SBY

"Tahun acaranya hanya pawai, atraksi barongsai, Kekngki dan Tatung. Cap Go Meh tahun ini dirayakan sederhana karena pada tahun ini memasuki tahun politik dan telah mendekati pelaksanaan pemilu," katanya.

Akyong menjelaskan Cap Go Meh merupakan perayaan Imlek pada hari terakhir, atau penutupan perayaan tahun baru Imlek. Sudah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa beragama Konghucu merayakan puncak tahun baru Imlek.

"Kalau sembahyang tetap ada. Kalau kembang api kita tidak lakukan, paling beberapa warga saja menghidupkan kembang api didepan rumahnya," kata Akyong.

Atraksi berjalan di atas api pada perayaan Cap Gomeh di Kota Jambi, Jumat (14/2) malam.
Atraksi berjalan di atas api pada perayaan Cap Gomeh di Kota Jambi, Jumat (14/2) malam. (TRIBUNJAMBI/ALDINO)

Pantauan Tribun Jambi, sejumlah umat masih terlihat beribadah dengan khusyuk di dalam klenteng. Hingga malam, umat yang hendak beribadah masih terus berdatangan.

"Yang menarik itu pawai tatung. Tatung adalah orang-orang terpilih yang kerasukan roh-roh dianggap baik, dan mampu menangkal roh jahat yang hendak menggangu keharmonisan hidup masyarakat," jelasnya.

Baca: Nissan Livina 2019 vs Mitsubishi Xpander, Apa Perbedaannya? Meski Mirip Ini 10 Perbedaan Mencolok

Baca: Ramalan Zodiak Jumat (22/2/2019) - Keuangan Aries Ketat, Cancer Berhenti Curiga, Leo Cinta Itu Rumah

Baca: Intip Syahrini, Calon Istri Reino Barack, Kenakan Gaun Pengantin

Saat para tatung diarak keliling, mereka biasanya dalam keadaan tidak sadar dan melakukan berbagai atraksi di luar nalar. Seperti yang terlihat beberapa mereka yang terpilih menusukkan senjata tajam ke tubuh sendiri tanpa terlihat kesakitan atau berdarah.

"Atraksi para tatung merupakan pertunjukan yang paling ditunggu dalam Festival Cap Go Meh. Biasa menjadi incaran para fotografer untuk diabadikan dalam foto. Mereka berkeliling berjalan melakukan pawai, ini sudah menjadi tradisi," jelasnya.

Penulis: haniftribun
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved