Beragam Reaksi Warga Sabak, Atas Wacana Hibah Aset Jembatan Kebanggaan Daerah ke Provinsi

Terkait wacana hibah aset Jembatan Muara Sabak ke Pprovinsi Jambi, oleh pemda Tanjung Jabung timur mendapat reaksi beragam masyarakat.

Beragam Reaksi Warga Sabak, Atas Wacana Hibah Aset Jembatan Kebanggaan Daerah ke Provinsi
tribunjambi/abdullah usman
Jembatan Muarasabak, di Tanjabtim 

Beragam Reaksi Warga Sabak, Atas Wacana Hibah Aset Jembatan Kebanggaan Daerah ke Provinsi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Terkait wacana hibah aset Jembatan Muara Sabak ke Pprovinsi Jambi, oleh pemda Tanjung Jabung Timur mendapat reaksi beragam masyarakat.

Jembatan Muara Sabak, yang menjadi Icon baru Kabupaten Tanjung Jabung Timur khususnya bagi masyarakat Muara Sabak, sejak diresmikan pada tahun 2012 silam menjadi harapan baru bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur.

Namun pada jelang akhir tahun 2014 terjadi insiden, dimana jembatan dengan warna khasnya putih biru tersebut tertabrak tongkang yang melintas dibawah jembatan tersebut. Yang mengakibatkan bergesernya salah satu tiang tiang jembatan dan mengharuskan dilakukan perbaikan.

Sejak kejadian tersebut pamor jembatan Muara Sabak mulai memudar, bahkan hingga saat ini kerusakan jembatan belum juga dilakukan perbaiakan.

Dikatakan Duan (39) warga sekitar, tahun pertama hingga tahun kedua usai jembatan ini selesai diresmikan memang terlihatbmembawa perubahan. Ditambah dibangunnya taman SPM dibawah jembatan tersebut, yang menambah daya tarik warga.

Terkait wacana aset tersebut akan diambil alih penerintah provinsi, menurutnya hal tersebut dinilai bisa menjadi hal positif bisa juga negatif.

" Kalo kami masyarakat ni tidak terlalu masalah jika aset jembatan tadi diambil alih provinsi, kita hanya berharap jembatan ini bisa jauh lebih cantik dari sekarang. Karena semakin cantik jembatan maka akan berdampak juga bagi kami warga sekitar," ujar Duan.

Namun dirinya juga memiliki kekhawatiran sendiri, jika nanti sudah beralih apakah akan semakin baik atau malah sebaliknya. Tergantung kepada pemerintah diatas yang memikirkan hal tersebut.

Hal senada juga dikatakan Santo (30) mengatakan, jika dikatakan icon Muara Sabak mrmang jembatan tersebut sangat berpengaruh. Karena delain jembatan untuk dimuara sabak srndiri tidak ada yang gampang dikenal luas selain jembatan.

"Kalo ado kawan dari jambi atau luar daerah pasti nanyo, Sabaknyo di sebrang mano di dekat jembatan besaktu dak," ujarnya menjelasnkan.

Meski demikaian, jika nanti jembatan tersebut diambil alih oleh Provunsi secara garis besarnya Muara Sabak tidak akan kehilangan icon. Karena meskipun sudah diambil Provinsi orang akan tetap menyebutnya jembatan Sabak yang notabenya bagian dari Tanjung Jabung Timur.

" Kalo menurut sayo dak masalah asal jadi lebih bagus bae lagi kedepannyo," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved