Berawal Modal Rp 10 Ribu, Kini Zaitun Raup Untung Ratusan Juta

Awalnya karena hanya mencoba-coba, Zaitun pengusaha Rempeyek Ilham sudah memanen hasil dari kerja kerasnya. Zaitun meraup untung ratusan juta.

Berawal Modal Rp 10 Ribu, Kini Zaitun Raup Untung Ratusan Juta
Tribunjambi/Fitri
Zaitun pengusaha Rempeyek Ilham 

Laporan wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Awalnya karena hanya mencoba-coba, Zaitun pengusaha Rempeyek Ilham sudah memanen hasil dari kerja kerasnya. Dari usaha yang ia geluti, Zaitun meraup untung ratusan juta.

Ia memulai usaha peyek sejak tahun 2004, dengan menitipkan barang dagangannya ke beberapa warung di sekitar rumahnya. Ternyata, peyek yang ia buat disukai dan mendapat respons positif dari konsumen yang mencoba.

"Alhamdulillah, banyak yang suka ternyata," kenangnya.

Ia memulai usaha ini dengan niat ingin membantu suami dan meningkatkan perekonomian keluarga. Zaitun tergerak untuk mencari penghasilan dengan usaha sampingan.

"Waktu memulai usaha, masih tinggal di rumah kontrakan, juga karena ingin membantu suami jadi termotivasi untuk usaha," katanya, Selasa (19/2).

Baca: Soal Kenaikan Tarif PDAM, Ini yang Dituntut YLKI Pada Walikota Jambi

Baca: Tiga Tahun Irigasi di Desa Ulu Air Rusak, Warga Minta Perhatian Pemkot Sungai Penuh

Baca: Tagar #LOONA_BUTTERFLY Jadi Trending,  Apa yang Baru?

Baca: 11 Perguruan Tinggi di Indonesia Masuk Daftar 500 Terbaik di Dunia, Almamatermu Ada?

Wanita 46 tahun ini tak pernah menyangka jika usahanya bakal sukses seperti sekarang ini. Ia memulai usaha dengan modal uang Rp 10 ribu. Modal tersebut ia gunakan untuk membeli telur, minyak tanah, minyak sayur, dan teri. Bahan bahan tersebut ia racik menjadi peyek teri.

"Saya titip ke toko sayur di dekat rumah sebanyak 25 bungkus," tuturnya.

Dari hasil menjual peyek pertama itu, ia putar kembali hasil yang ia dapatkan untuk modal produksi selanjutnya. Ia menambah jumlah dagangannya untuk kembali dijual di warung-warung lain dan memvariasikan adonan dengan tambahan daun kunyit serta bumbu cabai.

Dari mulanya Zaitun hanya memproduksi satu jenis peyek, seiring waktu semakin banyaknya permintaan maka dibuatlah berbagai varian peyek, di antaranya peyek kacang, teri, dan udang.

"Sekarang sudah punya berbagai macam model juga, bukan hanya bulat saja, dan saya kembangkan juga keripik tempe, bayam serta sawi," ujarnya.

Zaitun mengembangkan usahanya dengan menawarkan produknya ke mall-mall di Jambi, seperti di Mandala dan Trona. Sampai saat ini, usaha rempeyek miliknya telah berkembang di Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung.

Karena usaha kerasnya pula ia terpilih menjadi salah satu Wirausaha Binaan Bank Indonesia (WUBI). Ia juga banyak mengikuti pelatihan dan berbagai pameran.

"Promosi melalui pameran saya banyak dibantu, baik itu bantuan dari Dinas Perindag Kota maupun Dinas Perindag Provinsi Jambi," katanya.

Saat ini, untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah, ia dibantu oleh 16 karyawannya. Rumah produksinya sendiri berlokasi diamannya, yakni kawasan Lorong Teladan, RT 31, Payo Lebar, Kota Jambi.

Baca: Mudahkan Pelayanan Perizinan, DPMPTSP Tanjab Barat Jemput Bola ke Masyarakat 

Baca: 2.700 Siswa Kurang Mampu di Kota Jambi Dapat Kartu Jambi Cerdas, Ini Fungsinya

Baca: Sempat Tak Diakui, Angel Lelga Kabarkan Putri Cantiknya Sakit Tifus

Baca: Tips Merebus Buncis Ala Restoran, Hasilnya Renyah dan Warna Tetap Hijau Cerah

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved