Anggota Kopassus Berkaki Satu Dicari-cari Soeharto, Disiksa Musuh Tapi Tak Bocorkan Rahasia Perang
Anak buah berusaha membopong, namun Agus Hernoto yang tertembak di punggung dan kaki menolaknya. Anggota Kopassus itu nekat bertempur
Anak buah berusaha membopong, namun Agus Hernoto yang tertembak di punggung dan kaki menolaknya. Anggota Kopassus itu nekat bertempur, hingga akhirnya jadi tawanan musuh.
TRIBUNJAMBI.COM - Selama dalam tawanan musuh, kaki Agus Her Hernoto membusuk karena tidak mendapat perawatan.
Setelah bebas dari tawanan, Agus kehilangan satu kakinya dan akan diberhentikan. Rekan sekaligus atasannya, Benny Moerdani, membelanya mati-matian, hingga dikeluarkan dari Kopassus.
Legenda Kopassus itu bernama Agus Hernoto, kawan seperjuangan Benny Moerdani.
Agus Hernoto merupakan seorang prajurit RPKAD (sekatang Kopassus) yang kehilangan kaki saat pertempuran di pedalaman Papua, pada pertengahan 1962.

Saat itu, Agus merupakan satu di antara komandan di lapangan.
Pasukannya terlibat kontak senjata hebat melawan Belanda.
Dalam pertempuran, dalam kondisi terluka parah pada bagian punggung dan kaki kiri, Agus menjadi tawanan Belanda di Sorong, Papua.
Baca: Nasib Jenderal yang Menegur Soeharto di Meja Biliar, Benny Dapat Pembalasan Tragis Kemudian Hari
Baca: Kisah Heroik Prajurit Kopassus Dihadang 300 Fretilin: Begini Cara Pratu Suparlan Tumpas Musuh
Baca: Minat Jadi Prajurit TNI? Catat Jadwal Lengkap Rekrutmen TNI AD 2019, Selengkapnya di-tni.mil.id
Baca: Jadwal Liga Champion Babak 16 Besar, Liverpool vs Bayern Munchen dan Atletico Madrid vs Juventus
Baca: Ramalan Zodiak 17 Februari 2019, Capricorn Hari Ini Bakal Stres Berat, Leo Ada yang Bakalan Diuji
Baca: Orang Pendek Berkaki Terbalik yang Hidup di Hutan TNKS Kerinci Jambi, Catatan Marco Polo 1292
Agus mendapat penyiksaan, namun tidak secuil informasi bocor dari mulutnya. Prajurit Kopassus ini tetap bertahan dalam kondisi fisik parah, tetap menyimpan informasi terkait operasi besar-besaran yang dipimpin Benny Moerdani.
Karena tak mendapat pengobatan memadai, kaki kirinya membusuk dan mengeluarkan belatung. Kaki kirinya diamputasi menggunakan peralatan medis seadanya.
Kisah Agus Hernoto itu dituliskan di buku Legenda Pasukan Komando: Dari Kopassus sampai Operasi Khusus, Penerbit Buku Kompas.
Dari masa Orde Lama hingga Orde Baru, anggota Kopassus ( Komando Pasukan Khusus) ini mengabdi.
Daya juang Agus Hernoto sangat tinggi, meski kehilangan kakinya saat memimpin Operasi Benteng I pembebasan Irian Barat.
Agus merupakan anggota pasukan Kopassus yang berkaki satu yng istimewa
Dia dikenal begitu menjiwai motto Kopassus "berani-benar-berhasil", bahkan setelah dia tidak bergabung lagi dengan Kopassus.