Sanitasi Masih Jadi Masalah Utama Masyarakat, Lokus Stunting di Tanjab Timur pada 2019

Sekretaris Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Hendry, mengatakan dari sisi jumlah stunting wilayah ini masih di bawah Provinsi Jambi.

Sanitasi Masih Jadi Masalah Utama Masyarakat, Lokus Stunting di Tanjab Timur pada 2019
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Sekretaris Dinkes Tanjab Timur, Hendry. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah pusat menjadikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur lokus stunting tentang gizi pada 2019.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Hendry, mengatakan dari sisi jumlah stunting wilayah ini masih di bawah Provinsi Jambi yang berada di angka 25 persen.

Mengapa Tanjab Timur menjadi lokus stunting, dibandingkan dengan lain yang lebih banyak dijumpai kasus stunting tersebut.

Dia mengatakan yang harus digarisbawahi, stunting tersebut bukan hanya meliputi kesehatan gizi, nutrisi dan kesehatan. Namun ada juga faktor lain terkait sanitasi.

"Jadi kenapa Tanjab Timur menjadi lokus stanting? Alasannya karena sanitasi di sini memang masih harus dibenahi ," ujar Hendry kepada tribunjambi.com, Rabu (6/2).

Dia berharap tahun ini lebih greget dalam melakukan penanganan terkait stunting, juga bersinergi dengan pihak lainnya terutama pamsimas, dinas perkim dan Bappeda. Tujuannya memperbaiki semua itu, terutama terkait sanitasi air bersih dan jamban menuju desa ODF.

ODF adalah Open Defecation Free, yaitu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini.

Sejauh ini, di Tanjab Timur sudah ada 11 desa yang berstatus ODF sementara sisanya masih perlu dilakukan perbaikan dan penataan terkait sanitasi mereka. Terutama wilayah wilayah yang berada dikawasan pinggiran sungai.

"Hanya 30 persen rumah tangga yang sudah memiliki jamban baik baik atau WC. Selebihnya masih berstatus sanitasi buruk atau menggunakan jamban sungai," ujarnya.

 VIDEO Jennie Menangis, Dilamar Fans, Deretan Momen Tak Terlupakan Konser BLACKPINK di Manila

 Raffathar Bertemu Jan Ethes dalam Satu Mobil, Jokowi di Samping Nagita, Ini yang Terjadi Kemudian

 Kisah Nyata Raja Copet Jakarta, Jam Kerja Teratur dan Larangan Tak Boleh Nyopet Orang Tertentu

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved