Ini Modus dan Alasan Pelaku Pedofil Saat Beraksi Kepada Korbannya, Jawabannya Mengejutkan

Pelaku melakukan perbutannya itu dalam keadaan sadar di dalam asrama pada malam hari.

Ini Modus dan Alasan Pelaku Pedofil Saat Beraksi Kepada Korbannya, Jawabannya Mengejutkan
tribunjambi/zulkifli
Kapolres Tanjab Timur, memperlihatkan tersangka pedofil dan barang bukti 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - BJ (41) pelaku pencabulan terhadap sejumlah siswa sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanjung Jabung Timur, tetancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Tersangka yang diketahui sebagai tenaga honorer pengasuh asrama SLB Tanjab Timur, tempat korban menginap dilaporkan pihak sekolah ke Polres Tanjung Jabung Timur, akibat perbutanya.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Agus Desri Sandi, saat press rilis Rabu (23/1/2019), menyebutkan, tersangka BJ di duga telah melakukan aksi bejatnya itu tersebut sejak tahun 2017 lalu.

Baca: 10 Siswa SLBN di Tanjab Timur Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual. Polisi Amankan Terduga Pelaku

Baca: Dugaan Pelecehan Siswa SLBN Tanjabtim, Pengawas Sarankan Korban Direhabilitasi Terapi Psikologi

Baca: Mulailah Makan Mentimun Hari Ini Setiap Hari, Anda Akan Kaget Saat Tubuh Alami 4 Hal Positif

"Berdasarkan hasil penyelidikan kita, ada delapan orang siswa berumur 10-15 tahun yang saat ini diketahui menjadi korban tersangka. Dan, hasil Visum sudah kita dapatkan ada dua korban didapatkan untuk bisa meningkatkan kasus ini ke tingkat penyidikan," terang Agus.

Terhadap beberapa korban, pelaku diketahui telah melakukan perbuatanya itu berulang kali. Pelaku melakukan perbutannya itu dalam keadaan sadar di dalam asrama pada malam hari.

Modus yang dilakukan pelaku kata Kapolres, dengan membujuk korban dengan cara meminjamkan handphonenya kepada korban sampai korban tertidur. Lalu pelaku melakukan aksinya.

Pelaku pedofilia kepada korbannya yang merupakan siswa SLB di Tanjab Timur, diamankan Polisi
Pelaku pedofilia kepada korbannya yang merupakan siswa SLB di Tanjab Timur, diamankan Polisi (tribunjambi/zulkifli)

Selain itu kata Kapolres, pelaku juga beberapa kali memberikan uang kepada korban dengan maksud membujuk korban agar pelaku dapat melakukan tindak asusila tersebut.

"Barang bukti yang kita amankan, satu buah handphone milik pelaku, satu buah hand body loution milik pelaku, satu helai celana pendek hitam yang digunakan pelaku saat kejadian, serta satu helai baju putih milik pelaku untuk mengelap spermanya," beber Kapolres.

Tersangka diancam dengan, Pasal 76 Hurup E Jo Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Jo Pasal 29 KUHP dengan pidan penjara paling singkat 5 tahun dan paling banyak 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 Miliar.

Baca: Foto-foto Pendaki Berbikini Gigi Wu, Berakhir Tragis Tewas Kedinginan di Gunung

Baca: 4 Fakta Abu Bakar Baasyir Batal Bebas, No 2 Tak Mau Tanda Tangan

Baca: Adik Vanessa Angel yang Masih Sekolah Kena Dampaknya, Uya Kuya: Jangan Kait-kaitkan

"Sementara ini kita masih pemerikasaan terhadap pelaku. Dan, korban sudah kita bawa ke rumah sakit untuk tes fisikologinya," ujar Kapolres.

Sementara itu, BJ, pelaku sodomi ketika diwawancarai Tribunjambi.com, mengaku menyesal dengan perbutanya tersebut. Ia mengaku berbuat seperti itu karena tertarik.

"Sir-sir be," jawab pelaku dengan bahasa Jambi.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved