Kisah Dokter Arthur Bing dari Indonesia yang Kaya Raya di Amerika, Dulu Kuliah di Unpad
Pria ini terkena diskriminasi rasial pada 1960-an. Kemudian dia pergi ke Amerika menjadi dokter bedah plastik dan menjadi kaya raya.
Pria ini terkena diskriminasi rasial pada 1960-an. Kemudian dia pergi ke Amerika menjadi dokter bedah plastik dan menjadi kaya raya.
TEMAN datang dan pergi sesuai perjalanan waktu. Ada yang hadir ke tengah kita, ada pula yang pergi untuk selamanya ke hadirat Tuhan, atau berangkat ke luar negeri.
Adapun yang kembali ke sisi Tuhan, dan membuat kita merasa kehilangan, adalah almarhum Nukman Luthfie, yang wafat Sabtu 12 Januari lalu.
Nukman adalah kawan bagi banyak orang, khususnya mereka yang berkecimpung di media.
Pernah menjadi kolega penulis saat bekerja di majalah ekonomi Prospek, pada awal ‘90-an, pria kelahiran Semarang (1964) itu adalah alumnus jurusan teknik nuklir UGM yang dikenal sebagai pakar Media Sosial dan E-Commerce.
Adapun yang lama pergi ke luar negeri dan tidak kembali ke Indonesia, misalnya, adalah Arthur Gan Hok Bing.
Dokter asal Bandung ini ‘terpaksa’ merantau ke AS puluhan tahun lalu, dan kemudian mukim di sana bersama Hetty, isterinya.
Perihal dokter Bing ini layak kita amati, berhubung belakangan namanya makin moncer di AS.
Baca Juga:
Hasil Akhir Barcelona Vs Eibar Liga Spanyol Pekan ke19, Skor 3-0 untuk Pemuncak Klasemen Sementara
Klasemen Sementara Liga Inggris Setelah Man United Tekuk Lutut Tottenham Hotspur, MU Bayangi Arsenal
Keistimewaan Profesor Siber dari Polri dan Profesor Intelijen Pertama di Dunia dari Kopassus
Diluncurkan 2 Hari Lagi, Ini Kabar Terbaru Avanza dan Xenia 2019, dari Harga Hingga Bocoran Diskon
Tahun lalu, misalnya, Bing meraih penghargaan tinggi dari Palang Merah AS (American Red Cross) sebagai 'Humanitarian of the Year 2018'.
Palang Merah AS merupakan organisasi swasta (bukan di bawah pemerintah), yang menggantungkan dana dan program kerjanya sepenuhnya dari sumbangan para donor dan relawan.
Pindah karena diskriminasi rasial
Sebagaimana diceritakan Bing sendiri, ia dan istrinya pindah ke AS akibat diskriminasi rasial yang dialaminya di Indonesia pada tahun 60-an itu. Tapi siapa nyana, justru ‘musibah’ itu kemudian membawa berkah baginya.
Berkat perjuangan keras, karier Bing sebagai dokter menunjukkan hasil yang amat gemilang. Ayah dua putri ini tidak saja berhasil jadi miliarder di sana, tetapi namanya pun makin berkibar sebagai ahli bedah plastik dan filantropis yang sangat dihormati berbagai kalangan di AS.
Satu di antara penghormatan luar biasa itu adalah ketika pada 1 November 2012 lalu sebuah gedung Pusat Kanker di Ohio, AS, diresmikan dengan menyandang namanya, "Ohio Health Arthur G. H. Bing, MD, Cancer Center."
Sebagai sebuah pencapaian terbesar Bing, fasilitas kesehatan mewah berlantai lima itu pun segera menjadi kebanggaan masyarakat negara bagian Ohio, AS.