Dana Desa 2018 Dua Desa di Sarolangun Ini Tak Cairkan Tahap III, Kades Meninggal dan Konflik Lahan

Serapan anggaran Dana Desa (DD) di kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2018 sudah mencapai hampir seratus persen dilaksanakan

Dana Desa 2018 Dua Desa di Sarolangun Ini Tak Cairkan Tahap III, Kades Meninggal dan Konflik Lahan
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Kepala dinas DPMD Sarolangun Mulyadi 

Laporan wartawan Tribun Jambi, wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN -  Serapan anggaran Dana Desa (DD) di kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2018 sudah mencapai hampir seratus persen dilaksanakan.

Dari tahap pencairan Dana Desa dari tahap satu, dua hingga tahap ke tiga terdiri dari 149 desa.

Namun dari 149 desa itu, hanya ada dua desa pada tahap tiga yang tidak mencairkan Dana Desa seperti desa-desa lainnya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Mulyadi mengatakan kedua desa tersebut yakni Desa Lubuk Napal Kecamatan Pauh dan Desa Lubuk Sayak Kecamatan Pelawan.

Kata Mulyadi, tidak cairnya dana desa tahap ketiga bagi kedua desa tersebut dikarenakan terlambat dalam pengajuan pencairan tahap ketiga ke instansi terkait, karena adanya persoalan yang menjadi hambatan.

"Untuk dana desa sudah 99 persen, namun pada tahap tiga ada dua desa belum cair, desa Lubuk Sayak dan Desa Lubuk Napal. Terkendala masalah administrasi, yakni terlambat pengajuan," katanya.

Baca: Pendaftaran PPPK 2019 Segera Dibuka, 3 Bidang Ini Paling Dibutuhkan

Baca: Video Viral, Fenomena Langka Masjidil Haram Didatangi Jutaan Serangga Belalang Hitam

Baca: Dana Desa Kabupaten Sarolangun Tahun 2019 Naik, Dana Kelurahan Diperkirakan Rp 350 Juta

Desa Lubuk Napal tidak mencairkan dana desa tersebut karena Kadesnya meninggal dunia, sementara Desa Lubuk Sayak dikarenakan adanya konflik lahan sehingga berurusan dengan pihak Polres Sarolangun.

"Satu kades meninggal dunia sehingga terlambat pengajuan satu kades karena ada kasus beliau berurusan dengan polres karena konflik lahan, dan itu pribadi," katanya.

Selain itu, kata Mulyadi, bahwa pada bulan januari ini, pihaknya sudah meminta seluruh kepala desa agar segera melaporkan keuangan baik realisasi Dana Desa, dan dana Bantuan Provinsi jambi melalui sistem.

Selain menyampaikan laporan keuangan secara aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), para kades juga diminta menyampaikan laporan secara fisik yang diberikan waktu hingga akhir bulan januari ini.

"kita sudah perintahkan ke kades untuk menyampaikan laporan keuangan secara siskeudes, sebagian besar sudah. Secara fisik akan disampaikan sesegera mungkin, data pada kita 75 persen sudah menyampaikan siskeudes, kalau fisik kita kasih waktu sampai akhir januari," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved