Modus Alih Saham IUP Batu Bara Sudah Lazim

Sekitar 349.905 hektare atau 233 izin, terletak di kawasan-kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

Modus Alih Saham IUP Batu Bara Sudah Lazim
net
Ilustrasi pertambangan

Rudiansyah, pegiat di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dimintai tanggapannya mengaku belum memiliki informasi detil terkait jumlah IUP yang bermasalah di Provinsi Jambi.

Namun, terkait kasus ini menurut dia modus pengalihan saham dalam IUP sudah menjadi rahasia umum.
“Modus yang biasa dilakukan untuk IUP biasanya dengan pelelangan atau pengalihan saham.

Misalnya, ada IUP yang dicabut, kemudian dilelang kembali,” katanya kemarin.

Hal inilah yang menurut dia dapat memberi peluang untuk terjadinya tindak pidana korupsi.

“Selain itu, IUP bisa disebut sektor favorit dalam menghasilkan uang atau modal yang besar dalam berpolitik. Sebab, sektor pertambangan dianggap sebagai sumber yang paling cepat untuk menghasilkan dana,” ulasnya.

Kepala daerah, menurutnya mungkin tidak terlibat secara langsung. Tapi, untuk memberi IUP, di level kabupaten/kota, tentu membutuhkan izin dari kepala daerah.

Untuk itu, dalam hal ini perlu ketegasan pemerintah dalam menyikapi persoalan semacam ini.

Baca: Jenguk Ustaz Arifin Ilham yang Dirawat di RSCM Kencana, Presiden Jokowi Turut Doakan dan Titip Pesan

Baca: FOTO Momen Presiden Jokowi Bersalaman dengan Ustaz Arifin Ilham, Semoga Cepat Sembuh

Baca: Lowongan BUMN PT Antam Tbk, 31 Posisi, Batas Terakhir 12 Januari 2019, Ini Link dan Syarat

Catatan pemberitaan Tribun pada Februari tahun lalu, setidaknya jumlah Izin Usaha Pertambangan batu bara di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 160 IUP.

Dari jumlah tersebut sebanyak 131 IUP dalam tahap operasi produksi dan 29 IUP tahap eksplorasi.

Hanya saja saat itu, untuk 29 IUP tahap eksplorasi dalam tahap penundaan (suspensi) terkait dengan pengurusan Izin Pinjam Pakai kawasan Hutan dan Pengurusan dokumen lingkungan.

22122015_batu bara
22122015_batu bara (KONTAN/CHEPPY A. MUKHLIS)

Sementara itu, pada aksi kampanye penolakan terhadap tambang batu bara oleh Walhi Jambi awal Juni tahun lalu disampaikan bahwa di Provinsi Jambi ada 449 IUP dalam periode sampai tahun 2010.

Luas lokasi pertambangan tersebut sekitar 727.844 hektare. Sekitar 349.905 hektare atau 233 izin, terletak di kawasan-kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

Sementara itu, sebanyak 105 izin usaha yang meliputi luas sekitar 7.388 hektare telah mengantongi izin eksploitasi. (cre)

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved