Pilpres 2019

Dicecar 27 Pertanyaan Hingga Ungkap Kronologi, Ini 5 Fakta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Anies dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) karena diduga menyalahgunakan jabatan sebagai kepala

Dicecar 27 Pertanyaan Hingga Ungkap Kronologi, Ini 5 Fakta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Tribun Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

Kronologi, Ini 5 Fakta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Dicecar 27 Pertanyaan Hingga Ungkap Kronologi, Ini 5 Fakta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terancam pidana 3 tahun.

Hal itu terkait dengan gestur dan ucapannya saat menghadiri acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di SICC, Sentul, Jawa Barat, pada Senin (17/12/2018) lalu.

Anies dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) karena diduga menyalahgunakan jabatan sebagai kepala daerah untuk berkampanye.

Selain hal tersebut berikut fakta-fakta kasus dugaan gestur dan ucapan Anies Baswedan yang dianggap menyalahi aturan saat mengutip dari Tribun Jakarta dan Wartakota.

Baca: Bang Madit Ungkap Ustaz Arifin Ilham Sulit Bicara, Ustaz Yusuf Mansur Menangis saat Ikut Membesuk

Baca: Pose Dua Jari di Acara Gerindra Anies Baswedan Terancam 3 Tahun Penjara, Gerindra Ingatkan Bawaslu

Baca: REKAMAN VIDEO Ketua Dewan Hunus Badik, Rapat DPRD Bombana Ricuh, Lempar Kursi dan Botol

Baca: Pria Bertato di Lengan Kanan Bunuh Siswi SMK Baranangsiang, Rekaman CCTV Terlihat Jelas

Baca: Selain Rp 5,1 Miliar, Ternyata Ada Tambahan Rp 3 Miliar untuk Proyek di Kawasan Cadika

1. Kronologi Awal

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu RI oleh Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR).

Pelaporan GNR terhadap Anies Baswedan itu pada Selasa (18/12/2018).
Upaya pelaporan itu dibuat setelah Anies hadir di Konferensi Nasional Gerindra di Internasional Convention Center (SICC), Sentul City, Bogor Jawa Barat. Dia diduga melanggar UU Pemilu tahun 2017 pasal 281 ayat 1 tentang pemilu.

Mengutip dari Tribun Jakarta, Juru Bicara GNR, Agung Wibowo Hadi mengatakan kehadirannya ke Bawaslu melaporkan Anies Baswedan karena patut diduga telah berkampanye mengacungkan dua jari yang merupakan simbol pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Halaman
1234
Editor: hendri dede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved