Nunggak BPJS Rp6 Juta. Herman, Penderita Stroke di Jaluko Minta Pemerintah Bantu Bayarkan

"Iya, mau dak mau lah sekarang, bini (red-Istri) yang kerjo. Sekarang udah dak biso apo-apo lagi, gerak be susah, nak di apokan lah lagi," ujar Herman

Nunggak BPJS Rp6 Juta. Herman, Penderita Stroke di Jaluko Minta Pemerintah Bantu Bayarkan
tribunjambi/syamsul bahri
Herman, warga Jaluko yang terserang stroke, tidak dapat melunasi tunggakan BPJS. Untuk itu, ia mengharapkan pemerintah membantu membayar tunggakan BPJS nya 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Herman (58) Warga RT 3 Simpang Limo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, harus rela terbaring lemah di tempat tidurnya selama lima tahun. Penyakit stroke yang di deritanya selama lima tahun ini membuatnya tidak bisa bekerja dan sulit untuk bergerak. 

Kehidupannya pun saat ini berubah drastis, dengan penyakit yang dideritanya, tak ayal membuat nya kehilangan pekerjaan. Bahkan untuk mencukupi kehidupan keluarga, sang Istri harus rela bekerja.

"Iya, mau dak mau lah sekarang, bini (red- Istri) yang kerjo. Sekarang udah dak biso apo-apo lagi, gerak be susah, nak di apokan lah lagi," ujar Herman.

Baca: Diisukan Terima Pungli, Ganjar Pranowo: yang Bikin Saya Gondok adalah, Katanya Uang Itu untuk Saya

Baca: Iming-Iming Bisa Hantarkan Masuk Surga dan Menikahi Korban, Kanjeng Sultan Setubuhi Gadis SMA

Baca: Selaput Dara Wanita Ini Masih Utuh, Bak Perawan, Meski Sudah Hamil 5 Bulan, Ini Penjelasan Dokter

Ia menjelaskan bahwa Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti selama satu minggu. Namun, karena tidak memiliki biaya untuk mencukupi kehidupan dirinya selama di rawat dan juga kehidupan keluarganya, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit.

"Iyo, masuk memang pakek BPJS, tapi bini bolak balek ke rumah sakit, makan, kan dak di tangung. Dari mano lah duit, kan waktu itu tu sayo lah tulang punggung keluargo," sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa ketika Ia keluar dari rumah sakit, untuk kecukupan kehidupan sehari-hari, Istrinya harus rela bekerja di sebuah PT kayu di daerah Jaluko. Gaji yang didapat istrinya sebesar Rp 2 juta perbulan dirasa belum bisa mencukupi kehidupan keluarga ini.

Baca: VIDEO: BMKG Masih Terapkan Zona Waspada Tsunami di Selat Sunda 500 Meter dari Tepi Pantai

Baca: Bocah 8 Tahun Ini Berlatih 4 Jam Setiap Hari Karena Idolakan Bruce Lee, Ini Aksinya

Baca: Cantik Tapi Brutal, Ini Bukti Kehebatan Tentara Wanita Rusia Sampai Dijuluki Fatal Beauty

"Dua juta itu kan kotor, belum bersih. Yo mau dak mau lah, untung istri ngerti jugo kondisi sekarang kek mano. Jadi harapan emang dari penghasilan istri,"terangnya

Sementara itu, Herman saat ini masih harus menyekolahkan satu anaknya lagi yang masih duduk di SMK kelas dua. Selain itu sejak keluar dari rumah sakit pula, iuran BPJS hingga saat ini tidak dibayarkan. Sehingga niatnya untuk kembali berobat di urungkan, karena tidak ada biaya untuk membayar tunggakan BPJS.

"Sekitar enam juta lah yang harus di bayar, kito dak ado duit nyo, mau kek mano lagi. Itu lah kito mintak kepado pemerintah bantu lah kami ni, untuk bayar tunggakan BPJS bae," sebutnya.

Baca: Dinar Candy Komentari Vanessa Angel Kasus Prostitusi Online: Enggak Berpengalaman Sama yang Begituan

Baca: Wanita Suku Himba Oleskan Bubuk Batu ke Tubuh, Tetap Lembab dan Bersih Meski Tak Pernah Mandi

Selain itu, Ia mengungkapkan bahwa selama ini untuk bantuan yang di dapatkan dari pemerintah hanya lah beras miskin (Raskin). Sedangkan selebihnya diungkapkan oleh Herman, bahwa Ia tidak pernah mendapatkan bantuan.

"Cuma Raskin itu lah yang kami dapat, terus anak kami dapat bantuan untuk sekolah. Ini adolah bantuan bedah rumah. Itu lah cuma, bantuan lain dak ado kami dapat," ungkapnya.(*)

Baca: Garuda Indonesia Buka Lowongan Pramugari, Ada Syarat Khusus, Rekrutmen Awak Kabin Haji 2019

Baca: Pernah Ditawari Wanita Paruh Baya Rp 2 Miliar, Deddy Corbuzier: Rp 2,5 Miliar mungkin Gua Mikir

Baca: Setelah Heboh Soal Prostitusi Online, Vanessa Angel Jatuh Sakit, 5 Artis Ini Pernah Alami Hal Sama

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved