VIDEO: BMKG Masih Terapkan Zona Waspada Tsunami di Selat Sunda 500 Meter dari Tepi Pantai

Berdasar pengamatan dari pos di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Krakatau meletus 60 kali pada hari Rabu (2/1/2019).

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika masih menerapkan zona waspada tsunami.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, serta mempertimbangkan kondisi lereng/tebing dasar laut ataupun kondisi potensi kegempaan di Selat Sunda.

"Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada, dalam beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda, dalam radius 500 meter dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam siaran persnya, Sabtu (5/1/2019).

Baca: Bocah 8 Tahun Ini Berlatih 4 Jam Setiap Hari Karena Idolakan Bruce Lee, Ini Aksinya

Baca: Cantik Tapi Brutal, Ini Bukti Kehebatan Tentara Wanita Rusia Sampai Dijuluki Fatal Beauty

Baca: Dinar Candy Komentari Vanessa Angel Kasus Prostitusi Online: Enggak Berpengalaman Sama yang Begituan

Sadly memastikan, pihaknya bersama Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih terus memantau Anak Krakatau dan potensi kebencanaannya.

Masyarakat diminta tidak terpancing informasi atau isu yang menyesatkan.

"Mohon terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi atau isu yang menyesatkan," ujar Sadly.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau terus berlangsung

Berdasar pengamatan dari pos di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Krakatau meletus 60 kali pada hari Rabu (2/1/2019).

Namun, letusan tersebut tidak menyebabkan tsunami seperti peristiwa pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Tsunami pada Desember lalu didahului dengan longsornya Gunung Anak Krakatau.

Untuk mengantisipasi tsunami akibat longsor, BMKG memasang alat berupa sensor pemantau gelombang dan iklim. Sensor tersebut dipasang di Pulau Sebesi yang jaraknya cukup dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

Alat tersebut akan bekerja memantau pergerakan gelombang dan cuaca yang disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika ada gelombang yang mengalami fluktuasi tinggi, sensor akan mengirim sinyal ke pusat data yang terhubung.(*)

Baca: Pernah Ditawari Wanita Paruh Baya Rp 2 Miliar, Deddy Corbuzier: Rp 2,5 Miliar mungkin Gua Mikir

Baca: Dihujat Haters, Tagar #RespectLisa Trending Topic Worldwide di Twitter Untuk Lisa Blackpink

Baca: Wanita Suku Himba Oleskan Bubuk Batu ke Tubuh, Tetap Lembab dan Bersih Meski Tak Pernah Mandi

Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved