Granat sudah Siap Lempar, 80 Paskhas 'Siap Mati' saat Senjata Mengarah ke Pangkoopsau
Paskhas yang berjumlah 80 orang itu diam-diam telah siap melakukan pertempuran...
Paskhas yang berjumlah sekira 80 orang dan masing-masing menyandang senjata di pundak, itu diam-diam siap tempur sampai titik darah terakhir melawan pasukan Interfet. Granat sudah di tangan ...
TRIBUNJAMBI.COM - Ini merupakan pasukan elite TNI AU. Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara atau Korpaskhasau, Paskhas. Jiwa militan pasukan ini pertempuran sampai titik darah penghabisan
Paskhas yang juga disebut Baret Jingga, merupakan merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat.
Berbagai misi telah diselesaikan, dari Papua sampai dengan Aceh. Kelebihan Paskhas, minimal memiliki kualifikasi para-komando (Parako). Siap diterjunkan di segala medan, baik hutan, kota, rawa, sungai, laut.
Ciri Khas tugas tambahan yang tidak dimiliki pasukan lain, yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD). Paskhas punya kemampuan merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan.
Spesialisasi Korpaskhas:
- 1. Pusdiklat
- 2 Anti Teror (Satuan Bravo '90)
Detasemen Matra Paskhas bertugas melaksanakan operasi pengendalian tempur, pengendalian pangkalan, SAR tempur dan jump master.
- 4. Detasemen Hanud
Batalyon Komando bertugas melaksanakan operasi perebutan sasaran dan pertahanan objek strategis Angkatan Udara dalam operasi militer
- 6. Resimen Bantuan Tempur
Bertugas sebagai kekuatan pelapis penggempur. Yon Kavaleri, Yon Zeni, Yon Armed, Yon Kesehatan, Yon Komlek, Yon Angmor, Yon Bekpalud.
Baca Juga:
TNI AD Buka Penerimaan Calon Taruna, Tamtama, Bintara Karier, Bintara PK Tahun 2019, Ini Syaratnya
Istri Sendiri Tak Tahu Suaminya Anggota Satuan Rahasia Kopassus, Membedah Isi Sat-81
Terkuak, Cara Pria Hidung Belang Ini Bisa Kencani Vanessa Angel hingga Dilayani di Kamar Hotel
Video Vanessa Angel dalam Kamar Durasi 1 Menit, Dia sempat Kaget dan Meloncat
Video Brigpol Dewi Berdurasi 11 Menit, Ternyata Direkam di Hotel Dalam Posisi

//
Pangkoopsau ditodong senjata
Kisah ini terjadi pada 1999, saat konflik Timor Timur. Pangkoopsau II, Marsda TNI Ian Santosa datang ke Dili untuk untuk berkoordinasi dengan pejabat tertinggi pasukan INTERFET, Mayjen Peter Cosgrove.
Saat itu Pangkoopsau II, tiba di Bandara Komoro. Turun dari pesawat Hercules, penglima mendapat pengawalan pasukan Paskhas bersenjata lengkap.
Namun, rombongan Pangkoopsau tiba-tiba mendapat adangan sejumlah pasukan INTERFET. Pasukan itu menodongkan senjata dan siap menembak. Namun, Paskhas langsung bertindak sigap.

//