30 Kasus Temuan BPOM Jambi, Sepanjang 2018, Kerugian Capai Rp 1 Milyar

Nilai kerugian tersebut, meningkat drastis dibandingkan temuan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp345 jutaan.

30 Kasus Temuan BPOM Jambi, Sepanjang 2018, Kerugian Capai Rp 1 Milyar
TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Razia BPOM beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Ferry Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sepanjang 2018, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), mencatat 30 kasus temuan, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar.

Nilai kerugian tersebut, meningkat drastis dibandingkan temuan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp345 jutaan.

Kepala BPOM Provinsi Jambi, Antoni Asdi mengatakan, dari sejumlah temuan dilapangan, terdapat beberapa kategori mulai dari obat, kosmetik, pangan serta obat tradisional.

”Jumlah item dari temuan ini sangat banyak,” ungkap Antoni.

Baca: Koleksi Foto-foto Superstar Marilyn Monroe Laku Dilelang Rp 3,2 Miliar

Baca: Tidak Ada Anggaran Perlengkapan untuk Linmas, KPU Berharap Bantuan Pemda

Baca: Harga Belum Stabil, Sebagian Petani Sawit di Tanjab Barat Beralih Tanam Pinang

Adapun jumlah temuan item terbanyak yang tidak memiliki izin resmi dari BPOM selama 2018 dilapangan yaitu kosmetik sebanyak 466 item, diikuti obat tradisional sebanyak 107 item dan pangan 10 item. Sedangkan, untuk obat daftar G atau yang dijual secara ilegal BPOM menemukan sebanyak 832 item.

Menurut Antoni, selama menyisir berbagai tempat dilapangan, timnya masih mendapatkan sejumlah apotek yang menjual obat daftar G. Namun, tidak memiliki izin kewenangan untuk menjualnya.

Selain itu juga penjual kosmetik, dimana para penjualnya tidak memiliki izin resmi dari BPOM.

Ia menyebutkan dari 30 kasus lebih temuan dilapangan selama 2018 tersebut, ada 10 kasus yang sudah masuk jalur hukum dan lima diantaranya sudah inkracht.

Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Jambi, BPOM, dan Disperindag provinsi pagi ini memusnahkan jamu-jamu ilegal yang beredar di pasaran, Jumat (26/1/2018).
Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Jambi, BPOM, dan Disperindag provinsi pagi ini memusnahkan jamu-jamu ilegal yang beredar di pasaran, Jumat (26/1/2018). (TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY)

"Paling banyak temuan dilapangan di wilayah Kota Jambi, Tebo, Muaro Bungo dan Sarolangun. Ditempat lain tidak menutup kemungkinan ada tapi jumlahnya tidak terlalu banyak," bebernya.

Untuk meningkatkan kinerja di lapangan, BPOM terus meningkatkan koordinasi dengan tingkat sektor terkait seperti tim Kepolisian, BNN, serta OPD terkait lainnya untuk memberikan efek jerah terhadap pelaku yang masih menjual produknya diluar ketentuan yang sudah ditetapkan.

Baca: VIDEO: TNI Gadungan, Viral Wanita di Jambi Mengaku Anggota Kowad, Sebut Bakal Menjadi Presiden

Baca: Terdakwa Berbelit-belit, Hakim, Jangan Coba-coba Berbohong di Persidangan Ini

Baca: Sopir Nakal Kembali Berulah, Gembok Portal Jalan di Muara Sabak Kembali Dirusak

Sebagai bentuk kepedulian BPOM terhadap masyarakat Provinsi Jambi, Ia menghimbau terhadap masyarakat jangan terlalu cepat tergiur oleh iklan dari media maupun promosi perorangan.

“Jadilah konsumen yang cerdas, sebagai bentuk kehat-hatian silahkan konsumen untuk instal aplikasi cek BPOM di playstore agar bisa melihat teregistrasi atau tidak catatan nomor registrasinya yang dikeluarkan oleh BPOM. Kecuali industri rumah tangga memang belum terkoneksi dengan aplikasi BPOM,” jelasnya. (*)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved