Tenaga Honorer Dirumahkan, Sekda Merangin Minta ASN Jangan Terbiasa Manja

"Jika sistem kerja pada 2018 melibatkan tenaga honorer. Pada awal 2019 ini tidak ada honorer lagi," imbuhnya.

Tenaga Honorer Dirumahkan, Sekda Merangin Minta ASN Jangan Terbiasa Manja
Tribunjambi/Samsul Bahri
Ilustrasi. ASN Kabupaten Muarojambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tenaga honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Merangin, dirumahkan. Dan, tidak ada lagi peran pembantu ASN untuk bekerja di OPD.

Plt Sekda Kabupaten Merangin, Hendri Maidalef mengatakan, dalam melakukan pekerjaannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan terbiasa dimanja dengan adanya tenaga honorer.

"Sekarang ini kita kembali ke pelaksana tugas masing-masing," kata Hendri.

Baca: Awal Tahun Sidak ke Sejumlah Kantor OPD, Wabup Tanjabtim Temukan Pegawai PHTT Curangi Absensi

Baca: Ini 3 Kasus yang Menjadi Sorotan Masyarakat dan Diselesaikan Kejari Muarojambi

Baca: PREDIKSI City vs Liverpool: 5 Faktor Ini Tak Berpihak Pada The Reds, Tonton di RCTI Pukul 03.00

Sebagai ASN yang tangguh, lanjut Hendri, semua harus selalu siap. Harus siap bekerja tanpa ada bantuan dari para tenaga honorer, karena mereka telah dirumahkan per 31 Desember 2018 lalu.

Kinerja yang dilakukan para ASN di 2019 lanjut Plt Sekda, juga jangan terpengaruh dengan perubahan sistem yang terjadi.

"Jika sistem kerja pada 2018 melibatkan tenaga honorer. Pada awal 2019 ini tidak ada honorer lagi," imbuhnya.

Baca: Untuk Sementara, Rumah Sakit Ini Tidak Terima Pasien BPJS, Ini Penyebabnya

Baca: Prajurit Kopassus Ini Bebaskan Bocah Lebanon dari Cengkraman Tentara Israel, Ini Kisah Heroiknya

Baca: Profil Letjen TNI Doni Monardo, Karir di Kopassus Melejit karena Operasi Pembebasan Sandera MV Kudus

Sementara itu, Asisten III Setda Merangin H Hambali menambahkan, pentingnya disiplin para ASN. Pada 2019 para ASN di jajaran Pemkab Merangin menerima Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Untuk itu kata dia, dari awal masuk kerja yaitu apel pagi, sampai apel sore setiap tahapan kerjanya harus dibuat laporan. Hal itu harus dilaksanakan, jika tidak maka hal TPP yang akan diterima akan berkurang.

‘’Jadi tidak cukup dengan mengisi absen pagi dan absen sore saja untuk menerima TPP itu, perlu ada laporan kerja harian. Lihatlah pada apel pagi hari pertama masuk kerja 2019 ini, masih banyak yang bolos," ujar H Hambali.(*)

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved