Mahasiswa Yogyakarta Asal Bungo, Kumpulkan Rp 1,6 Juta untuk Korban Tsunami Lampung-Banten
“Dana ini diserahkan pada dan disalurkan oleh pihak posko pembantu korban tsunami, yaitu ACT atau Aksi Cepat Tanggap Yogyakarta,” ungkap Yogi.
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Keluarga Pelajar Mahasiswa Bungo-Jambi Yogyakarta, telah mengumpulkan uang sebanyak Rp1,6 juta untuk korban tsunami di Lampung dan Banten.
“Kegiatan dilaksanakan pada 30 Desember atau Minggu malam senin. Pengumpulan dana dilakukan di perempatan lampu merah Tugu Yogyakarta,” bilang Yogi Wijaya Pratama, Dewan Pembina Organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Bungo-Yogyakarta, Senin (31/12/2018).
Yogi mengatakan, dalam kegiatan sosial tersebut, mereka berhasil mengumpulkan dana Rp 1.602.000,00. Dan, dana yang terkumpul itu kata dia, akan disalurkan melalui ACT.

“Dana ini diserahkan pada dan disalurkan oleh pihak posko pembantu korban tsunami, yaitu ACT atau Aksi Cepat Tanggap Yogyakarta,” ungkap Yogi.
Yogi mengatakan organisasi mereka akan kembali melanjutkan pengumpulan dana seminggu setelah libur tahun baru.
“Rencananya kegiatan ini akan dilanjutkan kembali seminggu setelah tahun baru 2019,” ungkapnya.
Dia berharap sedikit banyak bantuan ini dapat meringankan beban korban tsunami di Banten dan Lampung beberapa waktu lalu.
Baca: VIDEO: Pernikahan Unik dengan Mahar Sandal Jepit jadi Viral di Media Sosial
Baca: 5 Cara Merawat Wajah Tanpa Biaya Sepeserpun, Kulit Bersih Berseri Seperti Wajah Gadis Korea
Baca: Sambut Tahun Baru 2019, Korem 042/Gapu Gelar Doa Bersama
“Semoga dengan pertanggungjawaban ini dapat membangkitkan gairah intelektual mahasiswa yang ada di Jambi khususnya, juga dapat membantu para korban,” ungkap Yogi.
Selain itu Yogi berharap hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesadaran semua umat akan bencana di sekeliling. “Serta meningkatkan jiwa sosial sesamo manusio, dan ingin kami masyarakat dijambi pun juga terketuk pintu hatinya untuk membantu para korban tersebut,” tambahnya.(*)
Baca: Putera Indonesia 2019 Akan Digelar di Jambi, Angkat Isu Konservasi Satwa, Ini Tanggal Pelaksanaannya
Baca: Heboh, Potongan Kepala Anang Penambang Emas Ditemukan di Jembatan di Sulawesi Tengah