Sosok Danjen Kopassus yang Mendarat di Lembah Suku Kanibal, Komandan Operasi Pembebasan Pembajakan

Sosok Sintong Panjaitan Danjen Kopassus yang Mendarat di Lembah Suku Kanibal Papua dan Berjasa Menggulung Para Pembajak Pesawat

Editor: bandot
Sintong Pandjaitan Danjen Kopassus 

Sosok Sintong Panjaitan Danjen Kopassus yang Mendarat di Lembah Suku Kanibal Papua dan Berjasa Menggulung Para Pembajak Pesawat Garuda Woyla yang disandera teroris

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi Korps Baret Merah, Kopassus nama Sintong Panjaitan merupakan legenda.

Dia satu diantara prajurit Kopassus yang pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus yang ke 10.

Sintong menjabat sebagai Danjen Kopassus pada Mei 1985 hingga Agustus 1987 menggantikan Brigadir Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar.

Sintong Panjaitan merupakan satu diantara perwira handal yang dimiliki oleh Kopassus. Ia lahir di Sumatera Utara, 4 September 1940.

Beberapa misi penting telah dilakoninya, beberapa diantaranya telah melambungkan nama Kopassus di tingkat dunia.

Misi di Gunung Suku Kanibal

Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.

Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.

Lokasi ekspedisi disebut sebagai Lembah X dan berada di lereng utara Gunung Jayawijaya yang berpemandangan elok sekaligus merupakan tempat yang belum pernah dijamah oleh manusia dari luar.

Baca: Modal Jampi-jampi Agar Kebal Peluru, Mbah Suro Simpatisan PKI ini Tetap Takluk di Tangan Kopassus

Baca: Sempat Dikibuli Sang Komandan, Pasukan Kopassus ini Tiba-tiba Ngamuk & Membantai Teroris di Thailand

Baca: Ifan Seventeen Bocorkan Sosok Penyelamat Dirinya Hingga Ia Masih Tetap Hidup Saat Bencana Tsunami

Suku setempat masih dikenal sebagai suku yang sangat terasing dan dimungkinkan merupakan suku yang masih memakan manusia seperti yang dialami oleh Rockfeller.

Dengan risiko yang tinggi itu pengendali ekspedisi Pangdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo berpesan agar tim siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Dalam menjalankan ekspedidi semua anggota militer mengenakan seragam militer lengkap, bersenjata senapan serbu AK-47 dan pistol, parang, tali-temali dan lainnya.

Sebelum tim ekspedisi Lembah X diterjunkan melalui udara Lettu Sintong terlebih dahulu melakukan orientasi medan melalui udara dengan cara menumpang pesawat misionaris jenis Cesna.

Lalu sesuai rencana tim akan diterjunkan pada lokasi padang ilalang yang berdekatan dengan perkampungan yang diduga masih dihuni oleh suku terasing pemakan manusia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved