Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Pemuda Ini Belajar dari Kematian Sang Ayah
Sedari kecil Ajis sudah ditinggal ayahnya yang meninggal karena sakit, saat ini ia hidup dengan nenek dan ibunya.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ajis pemuda istimewa yang mencintai keluarganya. Sedari kecil Ia sudah ditinggal ayahnya yang meninggal karena sakit, saat ini ia hidup dengan nenek dan ibunya. Kondisinya memaksa untuk putus sekolah ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Pengalaman buruk kehilangan ayah saya karena penanganan sakit yang ditangani dengan tidak tepat, membuat saya semakin peduli dengan kesehatan orang yang saya sayangi," ujar pria yang ditemui saat sedang membuat kunsen di salah satu mebel tempat ia bekerja.
Karena ia tidak ingin kembali merasakan pengalaman pahit yang menimpa ayahnya dahulu, Ajis mencari informasi bagaimana cara memberikan jaminan kesehatan untuk keluarganya.
Sampai pada saat Ia mendapatkan informasi serta bantuan dari temannya yang telah menjadi peserta JKN KIS.
"Waktu itu saya lagi cari cari informasi soal asuransi kesehatan, kalau untuk asuransi komersil tentu preminya tidak murah, kebetulan ada seorang teman yang sudah menjadi peserta JKN memberitahu dan memberikan petunjuk pendaftaran di kantor BPJS Kesehatan," tuturnya.
Ternyata, melakukan pendaftaran sebagai peserta JKN KIS tidak sesulit yang ia bayangkan. "Ternyata mudah mendaftarnya, pegawai BPJS Kesehatan yang bertugas itu sangat ramah dalam melayani saya dengan baik" ujar Ajis.
Baca: Motivasi Pemerintah Dusun, Bupati Bungo Gelar Dusun Award, Ini Kategorinya
Baca: Bawaslu Beberkan Data Pelanggaran Pileg dan Pilpres, Ini Rinciannya
Baca: Heboh Dugaan Rahmad Derita Kampanye di Sekolah, Sanusi: KPU Belum Tahu Informasi Itu
Baca: Foto Dugaan Caleg PPP Kampanye di Sekolah, Bawaslu Batanghari Panggil Kepala Sekolah dan Guru
Baca: VIDEO: Edi Purwanto Beberkan Keputusan Chumaidi Zaidi Pasca Jadi Tersangka Dana Ketok Palu
Ia hanya perlu membawa copy kartu keluarga dan KTP saja kekantor BPJS Kesehatan, termasuk nenek dan ibunya langsung ia daftarkan.
"Saya kasihan dengan ibu dan nenek yang semakin menua dan sering sakit, untuk itu saya daftarkan mereka. Yang saya rasakan sampai dengan saat ini Alhamdulillah di semua fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan kami dilayani dengan baik. Sehingga saya yakin, saya tidak akan merasakan pahit yang sama ketika kehilangan ayah saya dahulu dan saya merasa itulah bentuk bakti saya untuk ibu dan nenek saya," tutupnya.