Kurangi Dampak Lingkungan, Pemkot Jambi Kampanyekan Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik

Kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik berlangsung di simpang lampu merah Jelutung, Jumat (28/12).

Kurangi Dampak Lingkungan, Pemkot Jambi Kampanyekan Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik
Tribunjambi/Nurlailis
Kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik berlangsung di simpang lampu merah Jelutung, Jumat (28/12). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik berlangsung di simpang lampu merah Jelutung, Jumat (28/12).

Hal ini berkaitan dengan peraturan Wali Kota Jambi Nomor 61 2018 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik.

Tampak para duta lingkungan hidup membagikan selebaran tentang keterangan pembatasan penggunaan kantong plastik ini.

Baca: 5 Fakta dari Penetapan 12 Anggota DPRD Provinsi Jambi Sebagai Tersangka Oleh KPK, CB Ungkap Hal ini

Baca: Kasus Penerimaan CPNS, Kejari Muarojambi Resmi Tetapkan Muhammad Yusuf Jadi Tersangka

Baca: Kader Hanura Jadi Tersangka Suap Ketok Palu Jambi, Yusuf Pilih Ikuti Proses Hukum

Baca: Dalami Kasus OTT Terkait Penerimaan CPNS, Kepala BKD dan Sekretaris Diperiksa Kejari Muarojambi

Mereka juga menjelaskan per 1 Januari 2019 masyarakat Kota Jambi dihimbau untuk membawa kantong belanja sendiri jika ingin berbelanja.

“Kepada masyarakat Kota Jambi untuk dapat menggunakan kantong yang bisa digunakan berulang sehingga kita mengurangi pengguanan kantong plastik. Mulai 1 Januari 2019 kami mengharapkan kepada ritel, toko modern, pasar modern agar tidak lagi menyediakan kantong plastik untuk konsumen,” ungkap kepala DLH Kota Jambi, Ardi.

Kampanye ini berlangsung hingga 31 Desember 2018. Tempat yang dituju selanjutnya adalah Simpang Mayang dan Simpang BI.

Ia menyampaikan targetnya adalah mengurangi timbunan dari sampah. Pada 2025 pemerintah mengharapkan 30 persen timbunan sampah bisa berkurang sehingga sampah tidak lagi membebani kita untuk hidup di Kota Jambi.

“Dalam proses ini kita adakan sanksi kepada ritel dan tempat perbelanjaan yang belum melaksanakan peraturan ini yaitu sanksi administratif terkait perizinan. Bila masih melanggar akan dibekukan izinnya bagi pegiat ritel dan pusat perbelanjaan,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat melakukan pengelolaan sampah, mengurangi penggunaan plastik, buang sampah pada tempatnya, buang sampah pada jadwal yang telah ditetapkan yaitu jam 18.00-06.00.

Baca: 5 Tsunami Terdahsyat di Dunia, Dua Diantaranya Menggulung Wilayah Indonesia

Baca: Biodiesel B20 Dongkrak Harga Sawit di Jambi Naik

Baca: Nama Chumaidi Zaidi Ditetapkan KPK Jadi Tersangka Ketok Palu APBD, Ini Tanggapan DPD PDIP Jambi

Baca: Dalami Kasus OTT Terkait Penerimaan CPNS, Kepala BKD dan Sekretaris Diperiksa Kejari Muarojambi

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved