Sidang Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu di Bawaslu Sarolangun Ini Permintaan Syahrial Gunawan

Ia mendesak Bawaslu, untuk coret terlapor dari DCT karena sudah melakukan pelanggaran. Ia mencohtohkan pelanggaran yang laporkan

Sidang Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu di Bawaslu Sarolangun Ini Permintaan Syahrial Gunawan
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Syahrial Gunawan 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sidang lanjutan dugaan pelanggaran administrasi pemilu tahun 2019 di kabupaten sarolangun bertempat di Bawaslu Sarolangun kembali digelar dan semakim memanas, Rabu (26/12/2018)

Sidang dugaan Laporan ini adalah tahap pembacaan jawaban dari terlapor atas dugaan yang dilaporkan pelapor.

Dalam jawaban terlapor ini, tidak banyak menyinggung laporan pelapor yang tidak resmi atau ilegal dan sampai ada kata balas dendam.

Di waktu akhir persidangan, pelapor (Syahrial gunawan) mengatakan bahwa surat dan bukti-bukti yang dilaporkannya adalah legal dan resmi.

"ilegal dimana ilegal? bukti aku kan dilegalisir," kata Syahrial gunawan kepada tribunjambi.com sambil menunjukan berkas.

Baca: Puluhan Rumah di Tanjabtim Terendam Banjir, Empat Desa Ini yang Terparah

Baca: Diduga Alami Pelecehan, Putri Dubai Ini Melarikan Diri, 9 Bulan Kemudian Muncul dengan Video Ini

Baca: Perang Dunia III Bisa Terjadi di 5 Tempat Ini, Salah Satunya Dekat dengan Indonesia

Disinggung tentang pernyataan terlapor bahwa adanya dugaan balas dendam, Syahrial Gunawan menyebutkan ini bukan masalah balas dendam, tetapi ini adalah sebuah pelanggaran yang harus diselesaikan dan menurut aturan.

Dan berdasarkan partainya yang pindah partai dari PDIP ke partai lain ada 3 orang yaitu H.M Syaihu, Jannatul firdaus dan Hafiz.

"Pokoknya  ini sudah melakukan pelanggaraan, yang aku tuntut hanya 3 orang dari PDIP yang lain bukan urusan aku," katanya

Ia mendesak Bawaslu, untuk coret terlapor dari DCT karena sudah melakukan pelanggaran. Ia mencohtohkan pelanggaran yang laporkan

"Kita main bola, tapi nendang kepala dan dikeluarkan. kalau main bola, Jangan nendang kepala," katanya.

Baca: UPDATE-Anak Krakatau dari Jarak Amat Dekat: Pemburu Asing Dapat Foto Menakjubkan

Baca: Motif Serda JR Tembak Perwira TNI Letkol Dono Kuspriyanto Terungkap, 2 Peluru Tembus Tubuh Korban

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved