Tsunami Banten dan Lampung
Perilaku Aneh Buaya di Banten 30 Menit Sebelum Tsunami, Warga Melihatnya Berdiri dan Lakukan Ini
Buaya yang sebelumnya jarang ditemui di daratan ini terlihat berprilaku aneh di pinggir pantai.
Perilaku Aneh Buaya di Banten Setengah Jam Sebelum Tsunami, Warga Ini Melihat Langsung Buaya Seolah Berdiri dan Lakukan Ini
TRIBUNJAMBI.COM - Sebelum tsunami menerjang Desa Paniis, Sumur, Banten, Sabtu (23/12/2018) malam lalu, seekor buaya terlihat berada di daratan satu setengah jam sebelum kejadian.
Buaya yang sebelumnya jarang ditemui di daratan ini terlihat berprilaku aneh di pinggir pantai.
Buaya dengan panjang 3 meter tersebut telihat beberapa kali memandangi lautan.
Seorang warga yang melihat kejadian itu, Sukarwani mengaku sempat menaruh curiga.
Karena tidak biasanya buaya yang muncul satu bulan dua kali di pantai itu, terlihat seolah berdiri memandang laut.
Baca: Sebelum Letusan Hebat 1883, Gunung Krakatau Sudah Tunjukkan Pertanda, Disambut dengan Upacara
Baca: Tuduh TNI Culik 5 Warganya, TNI Ungkap Fakta Sebaliknya, Ternyata Malaysia Sedang Tutupi Borok
Baca: Terdengar 4 Kali Tembakan, Letkol TNI Dono Tewas di Mobilnya, Anggota TNI Serda JR Langsung Ditahan
Tidak sekali atau dua kali. Tetapi berkali-kali.
"Dia lagi makan, terus berdiri lagi. Makan lagi, berdiri lagi."
"Sering lah beberapa kali. Lihatnya ke arah yang sama terus," jelasnya saat berbincang dengan Tribunnews.com di Desa Paniis, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018).

Pria yang akrab disapa Kiwong itu, kemudian menjelaskan tidak lama buaya berwarna hitam tersebut berperilaku aneh, seorang tetangga mendapat kabar dari nelayan yang berada di tengah laut.
Memberitahu bahwa ada ombak yang terlalu besar menuju ke daratan.
"Ada namanya Mak Desi. Dia yang beri tahu bahwa ombak tinggi akan ke daratan," tuturnya.
Baca: Video Detik-detik Konser Sheila On 7 Dihentikan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya
Setengah jam kemudian, warga mendapat kabar kembali, kawasan Ujung Koneng sudah terkena Tsunami, sehingga semua harus bergegas untuk mencari tempat yang lebih aman.
Kiwong kembali mengingat kejadian demi kejadian yang ia alami malam itu, termasuk Buaya Laut yang berdiri beberapa kali.
Dirinya segera meminta istri dan anaknya untuk lari ke bukit yang tidak jauh dari pemukiman.