VIDEO: Empat Pakar Luar Negeri, Prediksi Ada Tsunami Susulan di Selat Sunda

Sejumlah pakar tsunami dari luar negeri, memprediksi bahwa akan ada lagi tsunami susulan di wilayah Selat Sunda.

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah pakar tsunami dari luar negeri, memprediksi bahwa akan ada lagi tsunami susulan di wilayah Selat Sunda.

Mengutip Channelnewsasia, prediksi tersebut disampaikan pada Minggu (23/22/2018), sehari setelah gelombang tsunami menerjang kawasan Selat Sunda, yang dipicu oleh letusan Gunung Anak Krakatau.

Richard Teeuw, peneliti tsunami dari University of Portsmouth Inggris, mengungkapkan bahwa kemungkinan munculnya tsunami susulan tak lain karena aktifikas Gunung Anak Krakatau yang masih berlanjut.

"Kemungkinan, tsunami susulan di Selat Sunda akan ada saat Gunung Anak Krakatau sedang dalam keadaan aktif saat ini. Karena itu, mungkin akan memicu tanah longsor lebih lanjut," ujar Teeuw.

Baca: Tsunami Susulan Diprediksi akan Terjadi di Selat Sunda, Pakar Berikan Penjelasan INi

Baca: Tewas Mengenaskan Dibunuh Pacarnya, Diminta Tanggung Jawab Oleh Istri Orang

Baca: Cara Membuat Best Nine Rangkuman Momen Foto Instagram Terbaik di 2018

Senada, Jacques-Marie Bardintzeff, peneliti tsunami lainnya dari University of Paris-South juga memperingatkan masyarakat untuk waspada terkait aktifitas Gunung Anak Krakatau yang tidak stabil.

"Tsunami dahsyat yang disebabkan oleh letusan gunung berapi jarang terjadi. Salah satu yang paling terkenal (dan mematikan) disebabkan oleh letusan Krakatau pada 1883," kata dia.

Bardintzeff juga menerangkan bahwa Gunung Anak Krakatau telah aktif sejak Juni 2018. Ia menambahkan bahwa saat ini sebenarnya dibutuhkan survei sonar untuk memetakan wilayah darat laut sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Tapi, sayangnya survei kapal selam biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diorganisasi dan dilaksanakan," ujar Bardintzeff.

Pakar ketiga David Rothery dari Open University di Inggris, mengungkapan dugaan penyebab tsunami di Selat Sunda.

"Tampaknya disebabkan oleh keruntuhan bawah air" dari bagian Anak Gunung Krakatau, kata David

Anak Krakatau adalah pulau baru yang muncul sekitar tahun 1928 di kawah yang ditinggalkan oleh Gunung Krakatau, yang letusan yang besarnya pada tahun 1883 menewaskan sedikitnya 36.000 orang.

Anak Krakatau | Jenis-jenis pesawat AEW & AWACS
Anak Krakatau | Jenis-jenis pesawat AEW & AWACS (Kolase Grid.ID)

Simon Boxall dari Southampton University menambahkan, wilayah itu juga berada dalam gelombang musim semi.

"Dan akan terlihat bahwa gelombang menghantam beberapa wilayah pantai pada titik tertinggi dari gelombang tinggi ini, memperburuk kerusakan yang terjadi." ujar Boxall.

Indonesia sendiri memiliki 127 gunung berapi aktif dan terletak di "Cincin Api" Laut Pasifik di mana sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi.(*)

Penulis: wawan kurniawan
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved