Korban Keracunan Soto Saat Yasinan Bertambah jadi 50 Orang, Polisi Masih Menunggu Uji Labor
Korban keracunan soto di acara yasinan bertambah menjadi 50 orang. Sementera penyebab pasti masih menunggu hasil uji labor.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Korban keracunan soto di acara yasinan bertambah menjadi 50 orang. Namun demikian, keadaan korban mulai membaik.
Puluhan warga Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjab Barat yang diduga keracunan soto di acara pengajian Senin (17/12) lalu bertambah menjadi 50 korban, dua di antaranya terlah meninggal.
Baca: Begini Akhirnya Kondisi Bocah 4 Tahun Korban Keracunan Makanan di Kuala Tungkal
Puluhan korban lainnya yang masih dirawat diketahui mulai membaik. Seperti dikatakan Kepala Puskesmas Teluk Nilau, dr.Deddy.
"Rata-rata pasien masih dipasang infus, namun kondisi pasien yang ditangani oleh Puskesmas Teluk Nilau sudah mulai membaik," ujar Kepala Puskesmas melalui sambutan telepon, Kamis (20/12).
"Tapi kita terus pantau kondisi pasien dengan mendatangi satu persatu pasien," jelas dr Deddy.
Untuk jenis racun dalam makanannya sampai saat ini belum diketahui, yang jelas menurutnya, sekarang menunggu hasil dari uji lab.
"Untuk dugaan dan penyebabnya itu sudah ditangani pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian juga sudah mengambil sampel, kita tunggu hasilnya. Sekarang kita Dinas Kesehatan sedang fokus pengobatan pasien aja," pungkasnya.
Baca: Pamit Mandi Nenek Minah Hilang, di Pinggir Sungai Warga Hanya Temukan Sabun Mandi
Baca: Kematian Chairil Anwar Tiba-tiba, Polisi Menduga Karena Serangan Jantung
Baca: Korban Tenggelam, Basarnas Gunakan Speed Boad Cari Nenek Minah
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat, Iptu Dian Poernomo SIK mengakui kalau pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan serta telah mengambil sampel terkait kasus dugaan keracunan makanan jenis soto di Teluk Nilau.
"Kita sudah ambil samplenya, tapi belum dilakukan uji lab karena kita harus koordinasi dulu. Yang jelas dugaan kita sementara masih dari makanan soto yang dimakan oleh korban saat acara pengajian," ungkapnya.
Tetapi tidak menutup kemungkinan ada penyebab dari makanan yang lain.
"Maka akan kita lakukan pengembangan dan uji lab terlebih dahulu," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, reaksi keracunan makanan tersebut tidak terjadi bersamaan, melainkan bertahap. Diketahui satu korban yang bertambah dilarikan ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal untuk mendapatkan perawatan medis.
Safrudin, orang tua Sarah Amelia yang ditemui di zaal anak RSUD KH Dauf Arif, menuturkan, anaknya yang baru 4 tahun itu diduga keracunan karena ikut menyantap soto saat pengajian rutin.
Namun dampak kejadian tersebut menurutnya baru terasa Rabu (19/13) kemarin, sehingga anaknya dilarikan ke RS.