Syarif Fasha: Pemerintah Selalu Ada Saat Warga Terkena Bencana

Walikota Jambi Syarif Fasha meninjau langsung lokasi banjir dan meminta warga untuk lebih berhati hati.

Syarif Fasha: Pemerintah Selalu Ada Saat Warga Terkena Bencana
tribunjambi/rohmayana
Walikota Jambi Sy Fasha mengunjungi korban banjir, Senin (17/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Walikota Jambi Syarif Fasha meninjau langsung lokasi banjir dan meminta warga untuk lebih berhati hati. Terutama dalam menjaga anak-anak dan lansia.

“Sebab sudah ada satu warga yang hanyut terbawa air saat mandi. Dipinggi anak mandi di sungai. Saya minta warga untuk berhati-hati terutama menjaga anak-anak dan lansia,” katanya.

Dikatakannya bahwa Kota Jambi terkena dampak air pasang dikarenakan banjir yang terjadi di bagian hulu yakni Kabupaten Bungo dan Tebo. Sehingga Kota Jambi sebagai daerah yang rendah ikut terkena dampaknya.

“Namun kita sudah melakukan evakuasi bagi warga yang terkena banjir. Kita sudah membangun tenda pengungsian dan petugas medis juga sudah standby. Kita juga sudah memberikan bantuan berupa beras, mi instan, sembako dan kebutuhan lainnya seperti selimut dan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya Pemerintah baru bisa memberikan bantuan sesuai dengan jenis status bencana.

"Kita ingin masyarakat tau bahwa pemerintah selalu ada saat masyarakat terkena dampak bencana," katanya.

Bahkan Fasha juga turut mendengarkan keluhan warga yang terkena dambpak banjir. Seperti keluhan mengenai arus listrik yang banyak ditakutkan warga, juga air bersih yang dibutuhkan.

"Kita sudah koordinasi dengan PDAM kalau memang dibutuhkan PDAM akan stand by dan masalah arus listrik tadi sudah kita koordinasi dengan PLN," katanya.

Baca: Dengar Divonis 5 Tahun Penjara, Ary Menghambur Temui Istri

Baca: Kasus Dana Pengamanan Pilwako Jambi-Ilham Belum Terima Divonis 6 Tahun Penjara

Baca: Camat Pal Merah Ngamuk, Satpol PP Kota Jambi akan Seret Pembuang Sampah ke Pengadilan

Baca: Korban Tenggelam di Sungai Damai, Yudi Terkejut Lihat Bukan Ilham yang Ditemukan

Sementara itu, Tunem warga penyengat rendah meskipun rumahnya dalam keadaan banjir, namun kondisinya masih bisa ditempati. Sehingga dirinya masih enggan untuk pindah dari rumah tersebut ke tenda pengungsian.

Hal ini dikarenakan saat musim banjir banyak yang memanfaatkan situasi tersebut. Seperti melakukan aksi pencurian di rumah.

"Kalau rumah kosong, pasti ada saja yang kemalingan. Makanya kami fokuskan untuk menetap saja di rumah. Kecuali kalau situasi makin parah," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved