425 Pemilik Kios dan Toko Pedagang Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian Menunggak Bayar Sewa

Dari total 425 kios dan toko pedagang di Pasar Kramat Tinggi, Muara Bulian yang menunggak, 125 diantaranya sudah kosong sejak pertengahan tahun 2007

425 Pemilik Kios dan Toko Pedagang Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian Menunggak Bayar Sewa
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Pedagang daging beku di Pasar Kramat Tinggi, Rabu (6/6). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dari total 425 kios dan toko pedagang di Pasar Kramat Tinggi, Muara Bulian yang menunggak, 125 diantaranya sudah kosong sejak pertengahan tahun 2007.

Berdasarkan perjanjian awal antara pedagang dan pemerintah, terkait sewa kios dan toko tersebut secara pertahun namun dalam pembayarannya dibayar secara perbulan.

"Selain banyak yang menunggak, ada pula pedagang tersebut hanya berjualan pada hari-hari dan bulan tertentu saja contohnya pada bulan puasa atau beberapa hari jelang idul fitri. Sehingga mereka hanya mau membayar sewa saat mereka jualan saja, seharusnya itu sudah jelas pada perjanjian awal," jelas Suparno Kabid Perdagangan Diskoperindag Batanghari

Dikatakannya pula, untuk nominal piutang pedagang sendiri beragam, dari Rp 1,8 juta - 15 jutaan.

Baca: Live Streaming RCTI Liverpool Vs Manchester United (MU), Prediksi Line Up Prakiraan Pemain

Baca: VIDEO: Berani Tantang TNI! Panglima KKB di Papua, Egianus Kogeya Ternyata Gugup Saat Depan Kamera

Baca: Siapkan Kejutan Saat Bebas Akhir Januari, Ahok Ternyata Agendakan Hal Ini Sebelum Pilpres 2019

Baca: Innalillahi Usai Ucapkan Kalimat Ini KH Buchori Amin Pingsan, Ulama NU Meninggal Ceramah di Malang

Baca: Bahaya Akibat Kebanyakan Bermain Ponsel Bagi Anak-anak, Bocah Ini Kesulitan Gerakkan Bola Mata

Akumulasi dari tahun 2003, dari total 425 kios dan toko 125 diantaranya kosong dari periode 2007 dan menunggak sewa.

" Sekarang mau ditata ulang dulu, siapa penunggu terakhir itulah yang berhak menggunakan toko tersebut," jelasnya.

Karena kebanyakan dulu, banyak penyewa pertama hanya melakukan DP atau pembayaran pertama saja setelah itu kios dan toko tersebut disewakan kembali oleh penyewa pertama. Sehingga dalam pendataan kios dan toko tersebut berpemilik ganda.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved