Sidang Hari Ini, Empat Terdakwa Perkara Embung Sungai Abang Sampaikan Pledoi

Sempat ditunda, majelis hakim mengagendakan sidang pledoi empat terdakwa perkara embung di Desa Sungai Sungai Abang, Senin ini.

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat ditunda Rabu (28/11/2018) kemarin, majelis hakim mengagendakan sidang pledoi empat terdakwa perkara embung di Desa Sungai Sungai Abang, Tebo, Senin (3/12/2018).

Dalam sidang yang akan datang, dia berharap note pembelaan siap dibacakan.

"Hari Senin, harus siap. Kalau pledoi tertulis belum siap, kami persilakan kepada penasihat hukum untuk membacakan pledoi lisan saja," ketua majelis hakim, Dedy Muchti Nugroho menegaskan.

Menurutnya, bobot pledoi lisan dan tertulis itu sama saja.

Baca: Rem Blong, Truk BBM Nabrak Tiang Listrik di Km 3 Sungai Penuh

Dalam sidang yang menjerat terdakwa Sarjono, Kembar Nainggolan, Jonaita Nasir, dan Faisal Utama ini, tim PH terdakwa urung membacakan pledoi karena belum siap.

"Mohon izin, majelis. Kami minta waktu, pledoi belum siap dibacakan," kata satu di antara PH di persidangan.

Diketahui sebelumnya para terdakwa telah mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Jambi, seminggu lalu.

Masing-masing mereka dituntut berbeda. Sarjono yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tebo selaku Pengguna Anggaran dituntut penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 50 Juta dengan subsider enam bulan. Dia juga diperintahkan membayar uang pengganti sebesar Rp 80 juta, dengan subsider penyitaan harta benda atau subsider 1 tahun 3 bulan.

Baca: Pencuri Perhiasan yang Sebabkan Nenek Hasnah Meninggal Ditangkap, Ternyata Masih Satu Desa

Selanjutnya, Kembar Nainggolan yang menjabat sebagai Kabid Pertanian dan juga PPTK dituntut paling ringan dengan kurungan penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.

Tuntutan paling berat justru dijatuhkan pada Jonaita Nasir selaku pemilik proyek dan Faisal Utama selaku Kuasa Direktur PT PAN, meski keduanya telah mengembalikan kerugian negara masing-masing Rp 15 juta. Mereka dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsider enam bulan.

Selain itu, keduanya juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 552.038.414,9 dengan ketentuan penyitaan atau subsider 1 tahun 6 bulan.

Baca: Ada yang Mengaku Keluarga Bupati, Sekda Tanjabtim Himbau Warga Waspadai Penipuan

Para terdakwa dituntut dengan dakwaan subsider, subsidair, pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved