Pilpres 2019

Jokowi Komentari Aksi Saling Bunuh Antara Tukang Gigi dan Tukang Becak yang Beda Pilihan di Pilpres

Aksi pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur lantaran dipicu beda pilihan pada Pemilu Pilpres dikomentari

Jokowi Komentari Aksi Saling Bunuh Antara Tukang Gigi dan Tukang Becak yang Beda Pilihan di Pilpres
TRIBUN SOLO
Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM, SOLO - Aksi pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur lantaran dipicu beda pilihan pada Pemilu Pilpres dikomentari Presiden Jokowi.  Ia menyesalkan aksi pembunuhan tersebut. Mantan Gubernur DKi itu sudah berkali-kali mengingatkan bahwa berbeda pilihan dalam pemilu apa pun tidak boleh membuat hubungan antarwarga tidak baik.

Baca: Timses Jokowi Sebut Guru dari Korupsi Itu Soeharto, Prabowo Seperti Memercik Air di Dulang

"Setiap saya ketemu dengan masyarakat dan setiap saya ke daerah, kampung dan desa selalu saya sampaikan jangan sampai karena pilihan bupati, wali kota, pilihan gubernur, dan pilihan presiden, kita tidak saling bertegur sapa antar-tetangga, kampung, hingga majelis taklim," kata Presiden Jokowi usai menutup Rapimnas Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Indonesia 2018 di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018) .

Bagi Jokowi, beda pilihan pilpres hingga berujung pembunuhan merupakan kesalahan besar. Pasalnya, tidak bertegur sapa lantaran beda pilihan pada pemilu saja sudah tidak benar. "Itu kesalahan besar. Saya sudah sampaikan berkali-kali. Tidak saling menyapa saja sudah tidak benar. Apalagi sampai membunuh itu lebih keliru besar," kata Jokowi.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Jokowi meminta pemimpin di daerah untuk mengingatkan bahwa setiap lima tahun itu pasti ada pesta demokrasi dari tingkat daerah hingga pusat.

Baca: Boediono Sebut Penutupan 16 Bank saat Krisis 1998 Saran IMF, Berdampak Psikologis ke Masyarakat

Baca: Penjelasan Boediono tentang Penyelamatan Bank Century, Tak Ingin Krisis 1998 Terulang

Diberitakan sebelumnya, aksi saling menantang terkait pilpres di media sosial Facebook berujung duel di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Subaidi, tukang gigi, tewas setelah tubuhnya ditembus peluru panas dengan pistol rakitan Andika, pelaku.

Pada Rabu (21/11/2018) siang, korban warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, batal mendatangi pasiennya di Desa Sukobanah Laok. Di tengah jalan, dia bertemu pelaku, pria pemilik akun Facebook yang menantang guru korban lewat komentar di status Facebook.

Keduanya pun terlibat duel. Korban membawa senjata tajam dan pelaku membawa pistol rakitan. Akhir cerita, pelaku menembak dada korban hingga tembus ke punggung. Korban pun tewas. "Dalam hitungan jam, Polres Sampang berhasil membekuk pelaku," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya, guru korban sempat mengunggah foto dengan memegang senjata tajam. Foto tersebut dilengkapi status yang menantang pendukung salah satu calon presiden. Kemudian status guru korban dibalas oleh akun Facebook atas nama Idris Afandi Afandi yang diduga milik pelaku dengan komentar bernada siap menghadapi tantangan itu.

Baca: Mercedes Hanya Dibanderol Rp 170 Juta, KPK Lelang Barang Rampasan Secara Online

Baca: Survei Median 4-16 November di Pulau Jawa dan Desa-desa, Elektabilitas Jokowi-Maruf 47,7 %

Baca: Soal Chant Edy Out pada Laga Timnas Indonesia vs Filipina, Ini Jawaban Resmi Edy Rahmayadi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kata Jokowi soal Aksi Saling Bunuh gara-gara Beda Pilihan di Pilpres", 

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved