Pilpres 2019

Survei Median 4-16 November di Pulau Jawa dan Desa-desa, Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 47,7 %

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Survei Median 4-16 November di Pulau Jawa dan Desa-desa, Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 47,7 %
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto bersama-sama memeluk atlet pencak silat putra Indonesia Hanifan Yudani Kusuma di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pulau Jawa dan di desa-desa di Indonesia.

Hal ini menurut hasil survei Median yang dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih.

Jokowi-Ma'ruf mendapat kepercayaan di Pulau Jawa dan di desa-desa di Indonesia dengan elektabilitas 47,7 %.

Baca: Hasil Survei LSI Denny JA, 6 Partai Ini Diprediksi Tak Lolos Parlemen

"Kalau kita lihat keunggulan Jokowi atas Prabowo di semua Pulau Jawa itu selisih kemenangannya lebih besar di Jawa daripada di luar Jawa, dan lebih besar dari desa daripada di kota," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/11).

Hasil elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu, kata Rico, kubu Jokowi punya gaya komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat pedesaan.

Jokowi juga kerap menggunakan simbol-simbol sehingga masyarakat bisa lebih mudah menangkap pesan.

"Tim Prabowo harus memikirkan bagaimana caranya memilih bahasa yang sederhana sehingga mereka bisa masuk kembali ke desa. Makanya sebenarnya Jokowi unggul di sana karena pandai dalam memilih simbol. Dulu dia waktu orang sibuk konflik, dia pilih simbol adu sarung tinju. Itu kan bahasa simbol, bahasa yang mudah dimengerti orang," papar Rico.

Pada poin itu, Jokowi menjadi lebih diterima di kalangan pedesaan. Meski begitu, kubu Jokowi dinilai kedodoran saat adu gagasan dengan kubu Prabowo di kalangan perkotaan.

Baca: 8 Istilah dari Capres Jokowi dan Prabowo yang Viral dan Menuai Kontroversi, Ramai Dibicarakan

Baca: Disebut Djarot, Ahok Minta Ahokers Jangan Golput dan Pilih Calon Presiden Jokowi-Maruf Amin

"Bahasa Prabowo-Sandi dan timnya itu bahasa yang menurut saya perkotaan, terlalu tinggi visi misi gagasan. Makanya mereka nggak kena di desa. Jokowi lebih jago. Itu juga kenapa Jokowi suaranya lebih rendah di kota karena memang secara adu gagasan mungkin agak kedodoran gitu," jelas Rico.

Dalam masa kampanye yang sudah berjalan dua bulan ini, kedua kubu belum mulai mengadu gagasan.

Halaman
123
Editor: fifi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved