Divestasi Freeport

'Banyak yang Tak Percaya, Tapi Pembelian Sebagian Besar Saham Freeport Benar-benar Terjadi'

Direktur Keuangan Holding PT Inalum Persero, Orias Petrus Moedak mengatakan awalnya banyak yang tidak percaya negara akan

'Banyak yang Tak Percaya, Tapi Pembelian Sebagian Besar Saham Freeport Benar-benar Terjadi'

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Direktur Keuangan Holding PT Inalum Persero, Orias Petrus Moedak mengatakan awalnya banyak yang tidak percaya negara akan membeli sebagian besar saham PT Freeport Indonesia. "Tapi itu benar-benar terjadi," ujar Orias usai bertemu dengan konsumen, Senin (26/11/2018) malam di Surabaya.

Saat ini pemerintah melalui induk holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), sedang dalam proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Banyak yang tidak percaya bahwa negara benar-benar membeli saham tambang emas di Irian Jaya.

Baca: Inalum Pastikan Lunasi Biaya Divestasi Paling Lambat November 

Menurut Orias, realisasi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap negara untuk ikut mengelola tambang emas PT Freeport Indonesia cukup besar. "Dan ini akan menjadi semangat kami untuk bekerja lebih baik," jelasnya.

Usai menghimpun dana obligasi sebesar Rp 58 triliun dari bank-bank dunia, saat ini proses divestasi PT Freeport Indonesia tinggal menunggu izin antitrust dari sejumlah negara seperti China, Korea, dan Filipina.

Baca: Dapati Data Berbeda Saham di PT Freeport, Fahri Hamzah: Siapa yang Hoaks?

"Hari ini harusnya izin antitrust dari Filipina sudah turun, cuma saya belum dapat updatenya," terang Orias. Izin antitrust, kata dia, memang memerlukan waktu, apalagi PT Freeport sedang dalam proses pemindahan kepemilikan. Izin antitrust dibutuhkan untuk menjaga persaingan usaha antarnegara penghasil tembaga.

"Saya sangat yakin, izin antitrust dari negara-negara tersebut akan segera dikantongi, karena izin tersebut untuk melengkapi administrasi saja. Saya yakin sebelum akhir tahun proses divestasi sudah selesai," tutupnya.

Baca: Inalum akan Menanggung Kewajiban-kewajiban Freeport

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Banyak yang Tak Percaya Negara Beli Sebagian Besar Saham Freeport"

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved