'Tolong Perhatikan Kami, Kadang Tak Ada Jual Beli'

Pedagang kaki lima yang berjualan di terminal angkutan umum Sungai Penuh mengeluh sepinya pembeli.

'Tolong Perhatikan Kami, Kadang Tak Ada Jual Beli'
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Pedagang kaki lima yang berjualan di terminal angkutan umum Sungai Penuh mengeluh sepinya pembeli. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Pedagang kaki lima yang berjualan di terminal angkutan umum Sungai Penuh mengeluh sepinya pembeli. Mereka berharap pemerintah bisa memperhatikan keadaan mereka yang kadang tak ada transaksi jual beli sama sekali.

Hal itu disampaikan sejumlah pedagang kaki lima yang menempati lapak di kawasan terminal angkutan umum Sungai Penuh, Jumat (23/11).

“Sejak kami dipindahkan ke kawasan terminal dari pasar baru yang terbakar pendapatan kami jauh berkurang,” kata para pedagang.

Diungkapkan, ada beberapa penyebab sepinya pembeli yang datang. Pertama karena lokasi di dalam terminal, sehingga pembeli enggan masuk.

“Orang-orang malas datang ke sini, selain tempat mobil, ingin masuk terminal juga tidak bisa leluasa. Kalau tempat dulu pakai motor saja warga sudah bisa belanja,” ujar pedagang yang menjual pakaian.

Bahkan ujarnya, omset mereka sudah jauh turun dibandingkan saat mereka berjualan di tempat lama. Jika tempat lama sehari omset bisa mencapai Rp 500 ribu, namun saat ini paling besar Rp 200 ribu.

“Kadang sehari itu tidak ada jual beli sama sekali, bagaimana kami mau makan kalau seperti ini terus. Jadi tolong perhatikan kami,” keluh pedagang.

Meski dagang mereka sepi tanpa pembeli, namun kewajiban mereka membayar retribusi tetap dilakukan. Sehari mereka harus membayar retribusii sebesar Rp 4.000.

“Selain retribusi wajib sebesar Rp 4000 ribu kami juga harus membayar uang kebersihan sebesar Rp 1.000 untuk satu lapak,” jelasnya.

Para pedagang meminta ada solusi dari pihak terkait mengenai keadaan yang mereka alami. Sehingga penjualan yang mereka lakukan bisa ramai seperti semula.

“Kami harap bisa dipindahkan ke tempat yang lama. Karena disana mudah didatanggi pembeli. Kalau disini pembeli enggan untuk datang,” harap mereka.

Terkait dengan keluhan para pedagang kaki lima ini, pihak terkait belum bisa dihubungi.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved