Kios Pedagang di Pasar Kramat Tinggi Dibongkar dan Barang Dicuri, Sudah Terjadi Empat Kali

Beberapa pekan sebelumnya pencurian serupa pernah terjadi di kawasan yang sama, terhitung sudah empat kali kejadian, Rabu (7/11).

Kios Pedagang di Pasar Kramat Tinggi Dibongkar dan Barang Dicuri, Sudah Terjadi Empat Kali
tribunjambi/abdullah usman
Kios pedagang di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian, beberapa kali terjadi pencurian. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pembongkaran dan pencurian kios pedagang di Pasar kramat tinggi Muara Bulian tersebut bukan hal baru terjadi, sebelumnya dua lapak peadagang kain dan aksesoris juga dibongkar dan dikuras pencuri.

Beberapa pekan sebelumnya pencurian serupa pernah terjadi di kawasan yang sama, terhitung sudah empat kali kejadian, Rabu (7/11).

Menurut para pedagang, kondisi pasar yang minim penerangan dan penjagaan ditengarai menjadi sebab, para pencuri dapat dengan leluasa menguras dan membongkar lapak atau kios pedagang yang didominasi pedagang pakaian dan aksesoris tersebut.

Kios pedagang di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian, beberapa kali terjadi pencurian.
Kios pedagang di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian, beberapa kali terjadi pencurian. (tribunjambi/abdullah usman)

Seperti dikatakan, Yuli satu dari pedagang pakaian di Pasar Kramat Tinggi menuturkan, pada dua pekan yang lalu lapaknya bersama lapak adiknya yang bersebelahan juga disatroni pencuri.

Pencuri tersebut sengaja memilih lapak yang mudah dibongkar dengan palu, melihat lapaknya hanya terbuat dari papan dan dilapisi seng. Sehingga tidak butuh waktu lama bagi pencuri untuk membongkarnya.

"Dalam kejadian tersebut kerugian mencapai sekitar satu jutaan, mulai dari ikat pinggang, handuk, pakaian, aksesoris hingga CD semua diangkut," bebernya kepada tribunjambi.com

Dikatakannya pula, dengan kejadian tersebut banyak pedagang enggan melapor ke polisi karena sebelumnnya sudah pernah melakukan pelaporan namun tidak ada tindak lanjutnya. Sehingga pedagang enggan lagi untuk melakukan pelaporan.

" Kalo dihitung-hitung sudah empat kali kejadian, itu yang ketahuan yang sebatas percobaan banyak," Jelasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved