Musibah Banjir

Banjir Jujuhan Karena Tidak Ada Lagi Daerah Resapan

Menurut warga beberapa dusun seperti Rantau Ikil dan Pulau Jelmu Kecamatan Jujuhan, banjir besar di terakhir terjadi 1996.

Banjir Jujuhan Karena Tidak Ada Lagi Daerah Resapan
TRIBUN JAMBI/JAKA HENDRA BAITRRI
Warga Dusun Rantu Ikil selamatkan alat elektronik dari banjoi, pada Sabtu (3/11). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Bungo 

TRIBUNAJMBI.COM, MUARA BUNGO - Menurut warga beberapa dusun seperti Rantau Ikil dan Pulau Jelmu Kecamatan Jujuhan, banjir besar di terakhir terjadi 1996. Kini banjir itu kembali terjadi dan dugaan kuat penyebabnya tidak adanya resapan air.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bungo mengatakan banjir besar terjadi karena daerah resapan yang sudah tidak ada.

“Kalau Jujuhan dan Jujuhan Ilir tidak terdapat kawasan hutan. Tapi termasuk kawasan sub DAS Batanghari Ulu, bermuara di Sumatera Barat atau Dharmasraya dan Solok,” katanya.

Baca: Capai 60 Persen, BPPRD Tanjabbar Optimis Capai Target PAD

Dendi menjelaskan fenomena ini bisa disebabkan karena siklus tahunan atau pun karena daerah resapan air yang sudah tidak ada lagi. 

“Misal sepanjang aliran sungai sudah dibuka untuk perkebunan atau pemukiman. Atau terjadinya penambangan liar yang mengakibatkan pendangkalan sungai,” katanya.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved