PPI Nipah Panjang Hanya Mampu Penuhi 20 Persen Kebutuhan Es Batu Nelayan

“Kita berharap pemerintah segera mengganti mesin pengolahan ini dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga ..."

PPI Nipah Panjang Hanya Mampu Penuhi 20 Persen Kebutuhan Es Batu Nelayan
Tribun Jambi/Muzakkir
Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Kecamatan Nipah Panjang hanya mampu memenuhi 20 persen kebutuhan es batu bagi nelayan di Kecamatan Nipah Panjang dan sekitarnya. Akibatnya, kurangnya stok es batu menjadi keluhan nelayan setempat. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Kecamatan Nipah Panjang hanya mampu memenuhi 20 persen kebutuhan es batu bagi nelayan di Kecamatan Nipah Panjang dan sekitarnya. Akibatnya, kurangnya stok es batu menjadi keluhan nelayan setempat.

Masih rendahnya produksi es batu ini diakui Edi, mekanik mesin pengolahan es batu PPI Nipah Panjang.

“Saat ini ketersediaan es batu hanya bisa kita penuhi 20 persen per hari dari total kebutuhan nelayan di Nipah Panjang. Sisanya dipenuhi oleh pabrik es milik swasta atau pribadi yang ada di Nipah Panjang,” ungkapnya, kepada Tribunjambi.com, Kamis (1/11).

Edi menjelaskan yang datang membeli es batu bukan hanya nelayan yang berada di Nipah Panjang saja. Nelayan yang bergantung dengan es di Nipah Panjang, ada yang berasal
dari daerah Riau, Kepulauan Riau, Bangka Balitung dan Palembang.

Nelayan yang berasal dari Provinsi tetangga mencari ikan disekitar garis pantai Jambi, mereka sering kehabisan stok es karena durasi melaut yang cukup panjang.

Makanya nelayan dari luar Jambi ini banyak yang merapat di Nipah Panjang. Selain mengisi bahan bakar, mereka sekaligus mencari stok es untuk kebutuhan selama berada dilaut.

Menurutnya, selain minimnya persediaan es batu di PPI ini, persoalan mesin pengolahan es saat ini jauh dari kata layak. Selain sudah tua, kondisi mesin sudah banyak mengalami kerusakaan. Maknya, setiap hari harus melakukan perbaikan.

“Kita berharap pemerintah segera mengganti mesin pengolahan ini dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga mampu memenuhi kebutuhan para nelayan keseluruhanya,”ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Perikanan Tanjab Timur, Ibnu Khayat mengatakan, untuk mengatasi kebutuhan es batu di Nipah Panjang, akan ada bantuan pembuatan es istan dari Kementrian, dengan alat ini hanya butuh waktu 15 menit untuk mencetak es batu.

Untuk merealisasikan ini Kementrian telah melakukan survey ke Nipah Panjang. Makanya, diperkirakan alat tersebut akan teralisasi tahun ini.

“kita akan terus upayakan ini agar segera terealisasi, supaya kebutuhan nelayan kita dapat terpenuhi,” jelasnya.

Baca: Petani Karet di Sarolangun Mengeluh, Musim Hujan Produksi Karet Menurun

Baca: Apa yang Dilakukan Riko Simanjuntak di Piala AFF 2018? Ternyata Begini

Baca: Warga Kerinci di Daerah Ini Diminta Waspada, BMKG Bilang sudah Masuk Musim Hujan

Baca: Sedang Berlangsung - Live Streaming Qatar Vs Korea Selatan Mulai Pukul 16.00 WIB

Penulis: Zulkifli
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved