Pasar Angsoduo Becek Lagi, Pembeli Sepi Sayur Pun Membusuk

Hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah Kota Jambi tak hanya menyebabkan banjir. Namun, kini menjadi kendala tersendiri bagi sejumlah pedagang.

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/DEDY NURDIN

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah Kota Jambi tak hanya menyebabkan banjir. Namun, kini menjadi kendala tersendiri bagi sejumlah pedagang.

Di pasar tradisional Angso Duo misalnya, puluhan pedagang yag berdagang mulai mengeluh.

Air di sepanjang jalan lolasi para pedagang berjualan kini mulai tergenang. Terutama setiap kali turun hujan.

Kondisi ini ternyata diakui pedagang mempengaruhi jumlah pembeli setiap harinya.

Baca: Gunakan Lima Sekolah, Ini Jadwal dan Lokasi Ujian CPNS Kabupaten Merangin

Kondisi jalan yang becek dan berkubang lumpur diakui pedagang membuat para pembeli enggan datang berbelanja mencari kebutuhan hari-hari.

Seperti terlihat pada Selasa (30/10/2018) siang, aktivitas jual beli tampak sepi. Berbeda degan hari biasanya, beberapa lapak dagangan sayur tampak ditutupi dengan terpal plastik bening.

Sejumlah pembeli pun tampak menyingsingkan celana, berjalan dengan hati-hati di atas kayu menutupi kubangan.

Sementara kondisi jalan dipenuhi genangan air berwarna hitam keruh, bau sampah sayur dan ikan cukup terasa mennyengat hidung saat hujan.

Kondisi ini diakui pedagang sudah berlangsung sejak lama. Leni, salah seorang pedagang duduk lesu menunggu pembeli, matanya awas pada setiap orang yang melintas.

Sembari menawarkan sayuran dagangannya, "sepi, begini lah terus tambah lagi hujan makin sepi pembeli," ujarnya saat dibincangi Tribun.

Baca: VIDEO: APK Besar dan Kecil Dibongkar, Tim Bawaslu Sisir Wilayah Kabupaten Batanghari

Baca: Pemilih Disabilitas Sering Terlupakan

Leni mengaku, hari ini (Selasa-Red) ia baru mendapat omset penjualan 30 ribu. Meski sejak pagi ia sudah duduk menjajakan berbagai macam sayuran.

"Hari ini baru 30 ribu dapat, sepi sekarang tambah lagi hujan maki sepi. Kalau sampai sore seperti ini bisa busuk lah sayur," katanya.

Kondisi serupa juga diakui Putra, pedagang buah salak di Angsoduo. Saat hujan genangan air bercampur bau tak sedap menjadi pemandangan biasa di pasar Angsoduo.

"Kalau sudah musim hujan selalu sepi pembeli, sudah sering kami pedagang menyampaikan ke pemerintah kota. Tapi sampai sekarang belum ada solusi," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved