Geliat Usaha

Menyatukan Jambi dalam Sebungkus Kopi Kerinci dan Pinang Ujung Jabung

Rumah Kreatif Ne'No turut meramaikan pasar kopi asal Kerinci. Tidak diragukan lagi potensi yang dimiliki kopi asal Kerinci membuat

Menyatukan Jambi dalam Sebungkus Kopi Kerinci dan Pinang Ujung Jabung
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rumah Kreatif Ne'No turut meramaikan pasar kopi asal Kerinci. Tidak diragukan lagi potensi yang dimiliki kopi asal Kerinci membuat Rumah Kreatif Ne'No turut berkerasi untuk menciptakan produk unggulan.

SatU di antara hasil kreasi Rumah Kreatif Ne'No yaitu kopi pinang. Kopi pinang ini merupakan gabungan dari kopi Kerinci dan buah pinang dari Ujung Jabung.

"Kami ingin menyatukan Provinsi Jambi dalam sebungkus kopi, jadi kopinya dari Kerinci dan pinangnya dari Ujung Jabung," jelas Irina, Penggagas Rumah Kreatif Ne'No.

Baca: Inilah 3 Camat yang akan Mewakili Tanjabbar pada Pemilihan Camat Teladan Tingkat Provinsi

Ia mengatakan, ide ini datang dari rumah kreatif Ne'no sendiri. Dengan menggabungkan produk-produk unggulan perkebunan Jambi, rumah Kreatif Ne'No ingin meningkatkan nilai tambah semua sumber daya alam yang ada di Jambi, baik itu kopi Pinang hingga kayu manis. "Jadi di rumah kreatif Ne'No ini, kita mencoba berinovasi dari apa yang dihasilkan tanah Jambi," tuturnya.

Selain buah Pinang, rumah Kreatif Ne'No juga mencoba berinovasi untuk membuat piring dari pelepah Pinang untuk mengganti fungsi plastik. Pihaknya bekerjasama dengan Kota Bandung, karena kota Bandung termasuk kota yang sedang gencar ingin menggantikan fungsi plastik.

Baca: Mashuri Sidak Pasar Tradisional Modern, Seorang Pedagang Menangis

Baca: Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Nama-nama yang Disetujui KASN

Selain kopi pinang, ia dan teman teman UKM juga sedang dalam tahap uji coba memadupadankan kopi dengan kayu manis. "Selain itu, karena di rumah kreatif Ne'No banyak dengan produk jahe, akan kita coba nanti kopi jahe, ini juga dalam tahap uji coba," katanya.

Sudah tiga bulan lamanya uji coba kopi pinang dan banyak konsumennya yang menyukai rasa dari kopi pinang. Dikatakannya, walaupun masih banyak yang mesti dibenahi lagi, tetapi rumah kreatif Ne'No sudah mempersiapkan 1.000 sachet kopi Pinang. Pesanan juga telah datang dari luar daerah.

Baca: Hasil Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Prediksi Jadwal Menurut Kepala BKD

Baca: Prakiraan Cuaca Jambi, Senin 29 Oktober 2018. Bakal Hujan Petir

Baca: Awal November, Pemenang Lelang Jabatan Pemprov Jambi akan Diumumkan

"Walau belum launching, teman-teman dari Kalimantan Timur juga banyak yang udah memesan," tutur wanita yang biasa disapa Bunda ini.

Di rumah Kreatif Ne'No, ia juga menjalankan socialpreneur. "Dari secangkir kopi itu ada hak petani sebesar 20 persen, petani juga masuk dalam grup kami, kita tidak hanya hilirnya saja kita juga merangkul petani, dan setiap tiga bulan sekali kita lakukan pertemuan dengan petani kopi," jelasnya.

Selain itu saat ini pihaknya sedang mencoba membuat konsep Kampoeng Kopi Mandiri di wilayah sungai penuh. Nantinya, produk kopi mulai dari hulu dan hilirnya berpusat di kampung tersebut.

"Potensi Jambi sebenarnya sangat luar biasa, tergantung kita arah berinovasinya dan jangan mau menunggu saja," tutupnya.

Baca: Peringatan Sumpah Pemuda, Pemkot Apresiasi Camat Teladan dan Kampung Bantar

Baca: Peringatan Sumpah Pemuda, Upacara Gabungan di Kabupaten Tanjabbar

Baca: Semarak Pembukaan MTQ ke XI Kota Sungai Penuh

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved