Lapangan Tembak Perbakin Dinilai Masih Layak Dan Zero Accident
"Belum ada kecelakaan di sana, Zero accident, dan jagan sampai terjadi apa apa di sana," jelasnya.
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lapangan tembak perbakin yang berada di kawasan Raden Mataher, Kota Baru Jambi masih layak untuk di pakai.
Hal ini di sampaikan oleh Petri Ramlie, Ketua Harian Perbakin Jambi, ia mengatakan selama ia mengurus perbakin Jambi, ia belum ada menemukan kecelakaan akibat di latihan tembak di lapangan tembak kota baru tersebut,
"Belum ada kecelakaan di sana, Zero accident, dan jagan sampai terjadi apa apa di sana," jelasnya.
Baca: Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur dan Transportasi di Jambi
Ia mengatakan lapangan tembak tersebut di bangun pada tahun 1997, dengan luas bangunan kurang lebih 1 hektar, "sampai sekarang pun masih sangat layak untuk di gunakan," jelasnya.
Ia juga mengatakan, di samping fasilitas yang ada di dalam lapangan tembak itu, "yang harus lebih di tekankan itu adalah manusianya sendiri," tuturnya.
Ia menjelaskan menembak itu terbagi menjadi tiga bagian, pertama adalah tembak sasaran, itu menggunakan peluru angin, dengan cara tembak 10 meter.
Baca: Siapa Sangka, Sosok Pendiri Pasukan Khusus Indonesia ini Pernah Jadi Pemberontak Negara
"Itu tempat latihannya di dalam ruangan," jelasnya.
Kemudian yang kedua adalah menembak khusus berburu, yang menggunakan senjata api,
"Itu biasanya menggunakan senjata dengan laras panjang dan di lapangan tembak yang berada di Kota baru tidak bisa di pakai di sana, karena jarak tembaknya itu 300 meter, biasanya mereka berlatih di SPN," jelasnya.
Baca: 1.757 Berkas CPNS Batanghari Diverifikasi
Yang terakhir adalah tembak reaksi, itu menggunakan senjata api juga tetapi jenisnya adalah pistol dengan peluru sebesar 9 mili, "kalau itu di lapangan kota baru bisa, tetapi untuk yang laras panjang tidak bisa di lapangan tembak Kota Baru," jelasnya.
Untuk di lapangan tembak yang berada di Kota Baru, untuk tembak rekasi menyediakan dua tempat untuk berlatih, "tembak rekasi itu kan si penembak bergerak, di sana ada lapangannya dan juga ada yang namanya tembak sasaran dengan jarak 25 meter," jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk pistol efektif lurusnya hanya 25 meter, lebih dari itu peluru tidak akan lurus, tetapi tidak efektif, "dengan jarak 100 meter peluru tersebut sudah turun," jelasnnya.
Ia mengatakan untuk warga sekitar yang berada di dekat lapangan tembak belum pernah melakukan protes, "belum pernah saya mendegar mereka keberatan dengan adanya lapangan tembak di sana," jelasnya.
Baca: 5 Operasi Militer Berat yang Dilakukan Paskhas TNI AU yang Pernah Halau & Gentarkan Tentara Asing
Saat ditanyakan apakah kasus yang terjadi di senayan pernah terjadi di Jambi ia menjelaskan bahwa di senayan juga aman, "sama seperti kita, di senayan juga berada di tengah kota, tinggal orangnya saja, pemantauan si penembak lah yang harus di tingkatkan," jelasnya.